SuaraCianjur.id- Sebuah mimpi buruk terjadi dalam sepakbola Indonesia, Tragedi Kanjuruhan Malang telah memukul banyak pihak untuk dijadikan pelajaran kedepannya.
Insiden maut yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada hari Sabtu (1/10) itu menjadi sorotan dunia.
Suporter Aremania yang saat itu berada di dalam Stadion Kanjuruhan, berebut jalan keluar akibat lontaran gas air mata yang membuat mereka sesak nafas. Hingga terjadi himpit-himpitan. Saat itu dikabarkan jika pintu tribun stadion dalam kondisi tertutup usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.
Menurut Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), pihaknya menemukan adanya pihak yang mengunci pintu-pintu tribun tersebut.
"Ada (mengunci pintu)," terang Komisioner Kompolnas, Albertus Wahyurudhanto dalam keterangannya, Selasa (4/10/2022).
Tentu saja penguncian pintu tribun stadion itu bukan perintah dari pihak Kepolisian.
"Kami konfirmasi ke Kapolres (Malang) tidak ada perintah untuk menutup pintu,” kata dia.
Sehingga Kompolnas mencari siapa pihak yang mengunci pintu tribun Stadion Kanjuruhan ketika meletusnya kericuhan kemarin. Mereka menilai dan menduga, bisa saja dari pihak panita pelaksana pertandingan yang bertanggung jawab soal penguncian pintu stadion.
"Secara logika yang pegang kunci adalah panpel. Karena tidak mungkin Polisi memegang kunci,” jelasnya.
Baca Juga: Rizky Billar Ingin Damai dengan Lesti Kejora, ini Tanggapan Orangtua Lesti Kejora
Menurutnya dalam waktu 15 menit sebelum pertandingan berakhir semua akses pintu keluar stadion sudah dalam keadaan terbuka.
Pada saat itu, para suporter yang ada di dalam Stadion Kanjuruhan kesulitan untuk ke luar, karena hanya ada dua pintu yang terbuka saat itu.
Tak hanya itu, gas air mata yang dilontarkan oleh petugas keamanan diduga menjadi pemicu kondisi yang terjadi saat itu dan membuat kondisi semakin parah.
"Menurut beberapa informasi, itu yang menjadi pemicu kemudian orang berebutan untuk keluar pintu," terang Albertus.
Sementara itu, ucapan kalimat maaf terlontar dari Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta. Ia menyampaikan permohonan maaf atas Tragedi Kanjuruhan Malang. Menurutnya ada kekurangan dalam pengamanan pertandingan kemarin.
"Saya sebagai Kapolda ikut prihatin, menyesal, sekaligus minta maaf di dalam proses pengamanan yang berjalan ada kekurangan," terang Nico dalam konferensi pers, Selasa (4/10/2022).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Penain Afsel yang Tampil di Piala Dunia 2026 Meninggal Dunia Misterius
-
Akademisi: Korupsi Batu Bara PLTU Jangan Berhenti di Eks Jampidsus, Ungkap Seluruh yang Terlibat
-
3 Dekade Menghibur, Project Pop Siap Guncang Jakarta Lewat Konser Forever Young Forever Fun
-
Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent
-
Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak
-
4 Manfaat Zinc untuk Kesehatan Kulit, dari Meredakan Jerawat hingga Kemerahan
-
IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
-
Pencuri Kabel Senilai Ratusan Juta di Cikarang Ditangkap
-
Lukisan Cadas Tertua di Muna Diusulkan Jadi Ikon Museum Sulawesi Tenggara
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir