News / Internasional
Rabu, 27 Mei 2026 | 16:59 WIB
Ilustrasi serangan tentara Israel di sekitar tenda-tenda pengungsi di dalam tembok Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah, di Jalur Gaza, Palestina, Senin (14/10/2024). [Eyad BABA / AFP]
Baca 10 detik
  • Tentara Israel mengklaim telah membunuh komandan baru Hamas, Mohammed Awda, dalam serangan udara di Gaza utara baru-baru ini.
  • Serangan Israel di Kota Gaza pada malam Idul Adha menyebabkan satu wanita tewas dan beberapa warga lainnya mengalami luka.
  • Konflik sejak Oktober 2023 telah menewaskan 72.000 orang serta merusak 90 persen infrastruktur sipil di seluruh wilayah Jalur Gaza.

Suara.com - Tentara Israel mengklaim telah membunuh Mohammed Awda dalam serangan di Gaza utara, dengan alasan bahwa ia telah dipilih sebagai komandan baru sayap bersenjata kelompok Palestina Hamas.

Klaim pada hari Rabu (27/5/2026) waktu setempat itu muncul setelah bombardir besar-besaran Israel menghantam daerah padat penduduk di pusat Kota Gaza pada malam hari raya Idul Adha.

Serangan itu juga menewaskan seorang wanita Palestina dan melukai beberapa lainnya, menurut sumber medis.

Baik Hamas maupun sayap bersenjatanya, Brigade Qassam, belum memberikan komentar atas klaim Israel tersebut.

Melansir laman TRT World, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz juga mengklaim bahwa tentara Israel menargetkan Awda dalam serangan udara di Kota Gaza.

Tuduhan Israel ini muncul di tengah meningkatnya peringatan dari analis Israel dan tokoh oposisi bahwa Netanyahu mungkin akan mencari eskalasi lebih lanjut di Gaza.

Tujuannya untuk elektoral di tengah kemungkinan pembubaran Knesset dan penyelenggaraan pemilihan umum dini.

Israel telah menewaskan lebih dari 72.000 orang dan melukai lebih dari 172.000 orang dalam dua tahun serangan brutal sejak Oktober 2023 yang juga menyebabkan kehancuran luas yang memengaruhi 90 persen infrastruktur sipil, sebelum gencatan senjata diumumkan Oktober lalu.

Baca Juga: 10 Serangan dalam 30 Menit! Rudal-rudal Israel Tewaskan 11 Warga Lebanon

Load More