SuaraCianjur.id- Alat kontrasepsi seringkali dipandang sebelah mata, padahal alat ini adalah memberikan pengaruh besar. Fungsi utamanya adalah merencanakan kehamilan dan mengatur jarak kelahiran.
Penggunaan alat kontrasepsi dalam konteks sosial memiliki fungsi untuk menghasilkan hubungan seksual yang nyaman dan aman, serta menghindari kehamilan yang tidak diinginkan oleh pasangan. Beberapa jenis alat kontrasepsi juga berfungsi untuk mencegah penularan infeksi menular sesksual (IMS).
Berbagai macam alat kontrasepsi yang awam digunakan masyarakat Indonesia, seperti kondom, penggunaan pil atau suntik KB, metode kalender, ataupun steril dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasangan.
Penyebaran alat kontrasepsi ini pun semakin mudah, karena adanya dukungan dari program pemerintah Keluarga Berencana (KB) untuk mengontrol angka kelahiran di Indonesia.
Namun, kampanye penggunaan alat kontrasepsi ini terkhusus penggunaan kondom bisa memicu isu sosial di kalangan masyarakat Indonesia. Banyak pihak yang pro dan kontra tentang metode ini. Terutama jika dikaitkan penggunaannya dengan remaja atau pasangan yang belum menikah.
Hal ini karena bisa berpotensi untuk disalahgunakan para remaja, ataupun pasangan diluar nikah untuk melakukan seks bebas. Apalagi akses untuk memiliki alat kontrasepsi kondom sangat mudah dimiliki.
Tentu saja kontroversi ini sangat bertentangan dengan norma agama dan norma sosial, yang berlaku di Indonesia. Kompensasi perilaku seks bebas, sangat tidak dianjurkan bahkan tidak sesuai dengan kebudayaan timur yang dianut masyarakat Indonesia.
Disisi lain, penggunaan alat kontrasepsi bukan ditujukan untuk mengkampanyekan seks bebas.
Tidak ada pembenaran terhadap perilaku tersebut, tentang menyalahgunakan alat kontrasepsi ini untuk melakukan kegiatan yang salah. Karena pada dasarnya fungsi utama dari alat kontrasepsi ini untuk kesehatan dan merencakan kehamilan pada pasangan yang sudah menikah.
Baca Juga: Tak Terima Lesti Kejora jadi Korban KDRT, Ayah Kejora Minta Rizky Billar Dilaporkan ke Polisi
Namun, jangan salah kaprah terlebih dahulu, penggunaan alat kontrasepsi tidak menjamin 100 persen pasangan tersebut bebas dari kehamilan.
Alat ini hanya bisa menjadi pencegah saja, jadi peluang kehamilan masih sangat mungkin terjadi pada pasangan yang berhubungan seksual. Maka bijaklah dalam mengambil tindakan.
Kontributor : Safira Fauziah
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Gubernur Khofifah Beri Kado Kemerdekaan HUT ke-81 RI: Bebaskan Pajak Daerah, Ringankan Beban Warga
-
Kabinet Bayangan: Dana MBG di Pos Pendidikan Korbankan Nasib Guru dan Sekolah
-
5 Low pH Cleanser Lokal yang Aman untuk Kulit Sensitif, Cuma Rp30 Ribuan!
-
Cushion Skintific Paling Bagus yang Mana? Ini Perbedaan Kemasan Biru, Pink, Hijau, dan Gold
-
Menemukan Ruang Sunyi dalam Selamat Menunaikan Puisi Karya Joko Pinurbo
-
Air Mawar Viva Bisa Mencerahkan Wajah? Cek Klaimnya dan Review Pengguna
-
Alarm Buat KPK! Eks Penyidik Desak Perketat Pengawasan Usai Pegawai Bocorkan Kasus
-
Imigran Ceuta Ungkap Polisi Maroko Membuka Jalur Perbatasan Spanyol Secara Sengaja
-
4 Tone Up Cream dengan Finish Glowing Natural Sesuai Klaim dan Harga
-
Praktis Banget! 5 Serum Pad yang Bikin Kulit Makin Glowing