SuaraCianjur.id- Berhati-hatilah dengan perilaku chemsex, sebuah aktivitas seksual di bawah pengaruh obat-obatan terlarang, terkadang juga dilakukan dengan banyak teman tidur. Dampaknya sangat berbahaya.
Efek yang ditimbulkan para pakar kesehatan dari chemsex ini sangat dikhawatirkan. Karena perilaku seks tersebut dapat meningkatkan risiko penyebaran HIV/AIDS.
Praktik chemsex umumnya dilakukan oleh pria homoseksual. Mereka menggunakan kombinasi berbagai obat, seperti mephedrone, GHB, GBL, dan sabu.
Cara tersebut bisa membuat mereka melakukan hubungan seks selama berjam-jam bahkan hingga berhari-hari.
Penelitian oleh para pakar kesehatan seksual BMJ bagi mereka para pelaku chemsex, tidak hanya berisiko terkena penyakit menular seksual, tapi juga kerusakan mental yang amat serius karena ketergantungan dari obat.
Para penulis mengacu pada Chemsex Study yang dilakukan di Inggris. Studi ini menggunakan data survei internet dari laki-laki Eropa, yang berhubungan seks dengan laki-laki.
Tercata ada sekitar 1,142 responden yang berada di wilayah London yakni di Lambeth, Soutwark, dan Lewisham. Laporan Independent menyebut, sekitar seperlima responden, mengaku melakukan chemsex dalam waktu lima tahun terakhir.
Satu dari sepuluh responden, melakukannya empat minggu terakhir. Laporan itu menunjukkan kalau aktifitas chemsex dilakukan minoritas laki-laki homoseksual.
Mengutip dari laman instagram @tabu.id, pada hari Rabu (27/9/2022), banyak orang melakukan ini dengan alasan untuk menambahkan kesenangan dan sensasi fisik ketika sedang melakukan hubungan seksual.
Baca Juga: Anggota Pertama yang Datang ke TKP Brigadir J, Ipda Arsyad Lapang Dada Terima Sanksi Demosi 3 Tahun
Para pelaku chemsex ini juga beralasan untuk meningkatkan kepercayaan diri, mengatasi masalah dalam kehidupan seks dan harga dirinya. Padahal ada dampak buruk yang sedang mengintai mereka dibalik kesenangan sesaat tersebut.
Beberapa dampak bagi orang yang melakukan Chemsex seperti:
1.Sensasi melakukan chemsex itu merasakan kebebasan dan mengabaikan menggunakan kondom
2.Merusak kesehatan mental seperti, kecemasan, depresi, paranoia dan halusinasi)
3.Berbahaya untuk kesehatan fisik seperti jantung dan otak.
4.Rentang kekerasan seksual.
Ada baiknya hindari untuk melakukan aktifitas ini demi keselamatan dan kesehatan diri sendiri dan orang banyak.
Berita Terkait
-
Angka Terbesar Penderita HIV/AIDS di Cianjur Ternyata dari Gay , Pemkab Diminta Lakukan Deteksi Dini
-
Wagub Jabar Bilang Poligami Solusi Tekan HIV/AIDS Cuma Naikin Popularitas, Bikin Polemik Publik
-
Solusi Wagub Jabar Soal Fenomena Banyak IRT Tertular HIV/AIDS: Poligami, Agama Beri Lampu Hijau Asal Adil
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Jawa Tengah Siaga! BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Petir pada 23 Februari 2026
-
Link Pendaftaran Mudik Gratis Bersama Taspen, Kuota 100 Ribu Pemudik
-
Profil Piche Kota, Jebolan Indonesian Idol Kini Jadi Tersangka Dugaan Pemerkosaan Anak di Bawah Umur
-
JPW Soroti Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Guru SLB di Jogja, Minta Percepat Proses Hukum
-
Thariq Halilintar Salat Tarawih Sambil Gendong Anak Tuai Pro Kontra, Bagaimana Hukumnya?
-
7 Fakta Kasus Ayah di Klaten Diduga Lakukan Kekerasan Seksual pada Anak Selama 14 Tahun
-
7 Fakta Pemotor di Blora Terjang Jalan Cor Basah hingga Dilaporkan ke Polisi
-
Jadwal Imsak Surakarta 23 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadan
-
Jadwal Imsakiyah Jogja 23 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadan
-
Jangan Sampai Terlewat! Jadwal Imsak Semarang Hari ini 23 Februari 2026