SuaraCianjur.id- Sebanyak enam orang menjadi tersangka dalam Tragedi Kannjuruhan Malang. Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo yang mengumumkan langsung hal itu.
Kasus tewasnya ratusan orang di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ini menetapakan Dirut PT LIB hingga ada anggota dari Polres Malang sebagai tersangka.
AHL sebagai Dirut PT LIB disebut tidak melakukan verifikasi soal Stadion Kanjuruhan untuk kompetisi Liga 1 musim 2022/2023.
"Kita melakukan olah TKP dan berdasarkan hasil pendalaman, ditemukan kalau PT LIB selaku penyelenggara Liga 1 tidak melakukan verifikasi terhadap Stadion Kanjuruhan," jelas Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, dalam jumpa pers di Mapolres Malang, Kamis (6/10/2022).
Lalu untuk AH sebagai ketua panitia penyelenggara disebut tidak menyiapkan rencana darurat, sesuai dengan regulasi keamanan dari PSSI tahun 2021. Selain itu panpel juga mencetak tiket melebihi kapasitas stadion Kanjuruhan.
SS sebagai Security Officer, tidak membuat penilaian resiko keamanan. Dia bertanggung jawab tentang keamanan, dan seharusnya turut memastikan ada steward di setiap pintu keluar.
Untuk Wahyu SS sebagai Kabag Ops Polres Malang, mengetahui adanya aturan FIFA soal larangan penggunaan gas air mata, namun tak dicegah atau melarang.
H sebagai Danki 3 Brimob Polda Jatim dan TSA sebagai Kasat Samapta Polres Malang, diduga berkaitan dengan pelepasan gas air mata dalam tragedi Kanjuruhan itu.
Dirut PT LIB bertanggung jawab dalam memastikan memastikan kalau setiap stadion harus memiliki sertifikasi layak fungsi.
Baca Juga: Dirutnya Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan Malang, PT LIB Tentukan Sikap
Tapi PT LIB dalam hal ini lalai dan tidak melakukan verifikasi terhadap Stadion Kanjuruhan sebagai kandang dari Arema FC, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan penonton.
"Namun pada saat menunjuk stadion LIB persyaratan fungsinya belum mencukupi dan menggunakan hasil verifikasi tahun 2020," kata Kapolri.
Bahkan verifikasi terakhir yang dilakukan PT LIB digelar tahun 2020. Menurut Listyo saat itu ada sejumlah catatan terkait keselamatan penonton dalam verifikasi tersebut.
"Verifikasi terakhir dilakukan pada tahun 2020 dan ada beberapa catatan, yang seharusnya dipenuhi, khususnya terkait dengan masalah keselamatan bagi penonton," terang Kapolri.
Selain itu penyidik juga menemukan fakta tidak ada rencana darurat dalam menangani situasi khusus. Padahal penonton yang datang lebih dari 40 ribu orang.
"Tentunya kelalaian tersebut menimbulkan pertanggungjawaban," jelas Listyo.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Lebih dari Sekadar Jazz! MLDSPOT Siap Bawa Vibes 'Fresh 'N Cool' ke Java Jazz Festival 2026
-
Viral Pocong Bawa Parang Datangi Rumah Warga di Pelalawan, Polisi Turun Tangan
-
Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri
-
Lansia Tewas Terbakar-Suami Kritis, Polisi Tangkap 9 Orang di Bengkalis
-
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Puluhan Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tampil Elegan di Hari Raya, Koleksi Hijab Ini Angkat Kerinduan pada Keindahan Tanah Suci
-
Giliran Plt Gubri SF Hariyanto Rombak Habis Jajaran Dinas PUPR Riau
-
Takbiran Idul Adha Berapa Hari? Ini Perbedaannya dengan Takbir Idul Fitri
-
5 HP Midrange Kamera Terbaik 2026 yang Wajib Dilirik, Hasil Foto Setara Flagship!
-
30 Menit di Neraka Azteca: Semifinal Paling Gila yang Ubah Sejarah Piala Dunia