Oleh : Ace Somantri
SuaraCianjur.id- Persiapan jelang pemilu legislatif maupun eksekutif di tahun 2024, uji publik elektabilitas calon pemimpin negeri makin hari kian memanas. Tokoh-tokoh potensial mulai menyebar untuk silaturahmi dan kolaborasi politik.
Tidak ketinggalan berbagai cara untuk mengukur elektabilitas dan popularitas calon melalui lembaga survei, baik yang profesional maupun abal-abal. Apapun lembaga maupun medianya, masyarakat mulai banyak melihat informasi dan data para calon pemimpin negara masa depan.
Berbagai opini banyak muncul dari para tokoh bangsa, akdemisi, politisi. dan masyarakat di berbagai komunitas bangsa. Menilai dan memberi tanggapan masing-masing tokoh yang akan berpartisipasi dalam belantika politik kebangsaan.
Selebrasi demokrasi di nanti-nanti dalam momentum regenerasi pemimpin negeri, dalam opini publik sudah mulai berbagai partai politik bersafari bertemu dengan para politisi pemilik kursi.
Dinamika jelang pemilu legislatif maupun eksekutif, banyak entitas kelompok masyarakat ambil bagian berpartisipasi untuk berselebrasi. Secara sosiologis, momentum pemilihan pemimpin dan wakil pemimpin secara faktual memberi pelajaran pada publik baik langsung maupun tidak langsung menjadi hal penting untuk mengedukasi anak negeri. Titik tekannya dalam selebrasi demokrasi lebih pada penguatan moral kebangsaan yang adil dan beradab.
Tokoh publik hari ini masih berputar di wajah-wajah lama, semangat tokoh kebaruan relatif sulit. Namun bukan berarti tidak akan ada sosok yang baru untuk perubahan bangsa ke arah yang lebih baik dan maju.
Dinamika politik terus dinamis, deklarasi pencalonan presiden sudah muncul dari partai. Tidak menutup kemungkinan akan ada yang menyusul deklarasi resmi dari partai yang berkoalisi maupun yang tidak.
Deklarasi resmi dari partai menjadi pemantik, kendang di pukul tanda di mulai orkestrasi menyambut selebrasi demokrasi bangsa Indonesia. Anis Rasyid Baswedan resmi di calonkan, berharap jelang pemilu 2024 yang sudah kian mendekat tidak terjadi selebrasi demokrasi yang menyakiti anak negeri.
Saling serang opini terus bergiliran yang dilakukan para pihak, kiranya bagi siapapun hari ini untuk mengedepankan etika, adab dan kesantunan untuk tidak saling tuduh dengan cara-cara keji dan tidak manusiawi.
Hak warga negara untuk mencalonkan atau di calonkan, bersedia atau tidak bagi yang bersangkutan adalah haknya. Yang penting dalam selebrasi demokrasi tahun politik hari ini harus benar-benar berharkat dan bermartabat.
Penting juga bagi para pimpinan partai untuk memelihara komunikasi dengan hati suci, bukan sebaliknya memberi narasi-narasi pada publik berakhir saling benci. Usahakan untuk tidak di ulangi kembali istilah cebong - kampret yang hanya menyisakan permusuhan yang tak bertepi.
Bagaimanapun juga saat ini hingga hari esok, generasi akan mengganti sesuai waktu yang di sepakati. Tetap hati-hati melihat masa kini tidak semudah yang di prediksi, selain hidup penuh misteri, ada hak Maha Kuasa Ilahi yang menentukan sesuatu yang pasti.
Selebrasi demokrasi momentum para politisi banyak memberi harapan dan janji, sekalipun faktanya tidak banyak terbukti. Hari-hari menjadi saksi, bagaimana para politisi mencari citra diri agar menjadi pilihan sesuai hati pemilih. Hal itu biasa dan lumrah, berbagai strategi di buatnya untuk merebut hati pemilih agar memilihnya.
Kontestasi dalam selebrasi demokrasi tidak hanya menjadi ajang adu gengsi antar kandidat, melainkan adu visi dan misi yang tealistis dan terukur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Peringkat Kredit Indonesia di Moodys Tetap Baa2, Alarm Bagi Kepercayaan Investor?
-
Review Film Warrior (2011): Drama Keluarga Mengharukan di Balik Ring MMA
-
Persib Bandung Gaet Sergio Castel: 5 Poin Penting Rekrutan Anyar Pangeran Biru
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
DPR RI Awasi Pengembangan Kawasan Wisata di Area Rencana Proyek Giant Sea Wall
-
Waspadai Malut United, Bojan Hodak Sesumbar Siapkan Kejutan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
Media Italia Bongkar Isi Pembicaraan Jay Idzes dengan John Herdman
-
Bojan Hodak Beberkan Cedera yang Dialami Ramon Tanque