SuaraCianjur.id - Bagi mereka yang addict terhadap penggunaa vape, ada bahaya tersendir yang mengancam kesehatan paru-paru, yaitu Popcorn lung.
Popcorn lung sendiri istilah lain paru-paru popcorn, merupakan salah satu kondisi ketika saluran udara terkecil di dalam paru-paru yang disebut bronkiolus mengalami penyempitan akibat munculnya luka.
Adapun pada bagian tersebut di dalam paru-paru, sebagai pengendali udara saat kita benafas. Penderita Popcorn lung, akan sering merasakan sesak nafas karena saat saluran menyempit, dan pertukaran oksigen dan karbon dioksida tidak terjadi.
Awal cerita Popcorn lung, pertama kali terdeteksi pada pekerja di pabrik popcorn. Zat yang ditemukan pada produksi popcorn, juga ditemukan dalam cairan yang digunakan oleh pengguna vape atau rokok elektrik. Adanya bahan kimia diacetyl di dalam cairan yang digunakan akan berdampak bahaya, terlebih ketika cairan ini dipanaskan.
Pada cairan atau liquid vape sendiri, kandungan ini digunakan untuk menambah aroma pada asap yang dihembuskan dan rasa yang dinikmati penggunanya. Pada laman resmi p2ptm.kemkes.go.id disebutkan secara jelas, cairan rokok elektronik mengandung penambah rasa diasetil. Zat tersebut ditambahkan ke dalam makanan untuk menghasilkan rasa mentega.
Zat ini lebih berbahaya jika dipanaskan dan dihirup. Ketika dihirup dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan penyakit paru.
Biasanya gejala yang muncul pada Popcorn lung diantaranya mengalami kelelahan parah, mengalami batuk kering, mengalami mengi atau napas yang berbunyi lirih, napas tidak teratur, mulai merasakan sesak napas, muncul gangguan kulit, mata, mulut, hingga hidung.
Jika sudah mengalami gejala serupa, pelu secepatnya dilakukan pemeriksaan secara medis. Obat steroid atau antibiotik mungkin saja diberikan guna melawan peradangan atau infeksi pernapasan yang terjadi. Selanjutnya, obat imunosupresif dapat memperlambat sistem kekebalan tubuh sehingga kerusakan lebih parah pada bronkiolus dapat dicegah.
Sumber : Suara.com
Baca Juga: Heboh, Yusuf Mansur Beri Pengakuan soal Bukan Komisaris Grab
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik
-
Jeritan UMKM Probolinggo di Tengah Pemadaman Listrik Bergilir
-
Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief
-
Respons Berkelas Cristiano Ronaldo ke Pengkritik: Cetak Brace, Ukir 2 Sejarah!
-
Review Supergirl: Petualangan Kosmik yang Lebih Liar dari Semesta DC Baru
-
Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!
-
Pengusaha Jasa Kurir Janji Ikut Tekan Biaya Logistik Nasional yang Masih Tinggi
-
Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut
-
Berapa Harga Pompa Air Sanyo? Ini 3 Pilihan yang Awet untuk Sumur Dangkal Menurut Review
-
Dini Hari Mencekam di Duren Sawit: Api Lahap Warung Kelontong, 18 Jiwa Nyaris Terpanggang