/
Rabu, 12 Oktober 2022 | 20:00 WIB
Ilustrasi istri minta duluan berhubungan intim (Foto Ilustrasi / Freepik)

SuaraCianjur.id- Membangun hubungan suami istri dimulai dari ranjang. Suami dan istri sama-sama subjek yang saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya.

Apabila salah satu diantara keduanya merasa tidak terpuaskan, maka sangat rentan terjadi perselingkuhan dibelakang pasangan.

Hubungan intim suami istri yang romantis dan saling memberikan kepuasan harus dimulai dari rasa saling menghargai. 

Ketika suami atau istri Anda sedang terlelap tidur karena lelah seharian bekerja, maka janganlah Anda paksa untuk melakukan hubungan suami istri.

Meskipun dia adalah pasangan Anda tapi dia bukanlah budak yang bisa Anda paksa hanya untuk memuaskan hasrat Anda sendiri.

Ingatlah bahwa hubungan suami istri bukan hanya sebatas untuk memuaskan birahi pribadi, akan tetapi juga kepuasan untuk pasangan Anda.

Menutip dari Lontara Assikalabineng (Kamasutra versi Suku Bugis) pada Rabu (12/10/22) mengatakan jika suami adalah pengatur irama dan pemegang kendali ketika hubungan intim.

Oleh karenanya pribahasa Bugis mengatakan apabila suami tidak mampu memuaskan hasrat istrinya dia adalah suami yang dungu.

Apalagi jika Anda baru saja bermain lima menit sudah keluar. Waktu lima menit adalah waktu yang belum cukup untuk merangsang hasrat istri Anda.

Baca Juga: Warganet Dukung Pernyataan Mamah Dedeh Dibanding Inul Daratista soal KDRT Lesti Kejora

Oleh karenanya Assikalabineng mengajarkan teknik foreplay dengan cara berikut ini. 

"Lakukanlah tidur bersama dalam satu sarung dan melakukannya terlebih dahulu, istri akan merasa dirinya dimuliakan. Kemudian lanjutkan tidur dalam satu sarung. Itu berarti kamu melakukan perbuatan yang membangkitkan gairahnya".

Selanjutnya ada tahap yang harus dilakukan. "Peganglah pusarnya. Jengkalkan  tanganmu, ibu jarimu dipusarnya dan kelingkingmu di farjinya. Bila tampak bagimu nafsunya telah bangkit maka berilah penciuman dua belas. Pertama-tama, ciumlah ubun-ubunnya..."

Hingga kemudian terjadilah orgasme. "Jika dia mencapai orgasme, janganlah melepasnya sebab dia sedang mencapai puncak kenikmatan.

Assikalabineng pun menjelaskan cara merangsang pada titik peka di tubuh istri. Cara yang dimaksud antara lain memegang perut, mencium ubun-ubun, mencium pipi, mencium pangkal leher, dan mencium farji.

Ada 12 titik rangsangan pada tubuh si perempuan yakni ubun-ubun (buwung), telinga (docciling), perantara kening (lawa enning), mata (mata), pipi (pili), hidung (inge'), dagu (sadang), pangkal leher (edda'), tengkuk (cekkong), telapak tangan (pale' lima), buah dada (pangolo), dan pusar (posi).

Load More