/
Kamis, 20 Oktober 2022 | 11:45 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto Istimewa - Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih)

SuaraCianjur.id- Nama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil terbang mencapai perolehan suara terbanyak dalam rilis hasil jajak pendapat tokoh untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta tahun 2024 mendatang.

Hasil dari lembaga survei Populi Center merilis jajak pendapat tokoh dengan elektabilitas tertinggi, buat bertarung dalam perebutan kursi Gubernur DKI Jakarta di tahun 2024.

Menurut peneliti Populi Center, Dimas Ramadan, dalam survei yang dilakukan, pihaknya memberikan pertanyaan tertutup berisi 24 nama kandidat Cagub DKI Jakarta kepada responden.

Hasilnya nama Ridwan Kamil yang saat ini masih duduk di kursi Gubernur Jawa Barat, mendapatkan elektabilitas tertinggi, 69,7 persen.

"Berkaitan dengan masa kepemimpinan DKI Jakarta, Ridwan Kamil mendapat dukungan paling tinggi untuk maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta tahun 2024 dengan 69,7 persen," terang Dimas kepada wartawan, Kamis (20/10/2022) dikutip dari Suara.com.

Dimas mengatakan, sosok Ridwan Kamil mengalahkan beberapa nama yang sudah tidak asing lagi di Jakarta.

Di peringkat kedua ada nama Sandiaga Uno yang pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Elektabilitas yang diperoleh sekitar 67,7 persen.

Kemudian mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan elektabilitas mencapi 66,2 persen.  Ada nama dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono sebesar 55 persen, kemudian Najwa Shihab sebasar 45,7 persen.

Mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebesar  42,5 persen. Termasuk ada Menteri Sosial, Tri Rismaharini sebesar 40,2 persen.

Baca Juga: Jaksa Minta Majelis Hakim Turut Menolak Nota Keberatan Dakwaan Putri Candrawathi

"Adapun nama-nama lain mendapatkan dukungan di bawah 50 persen," terangnya.

Elektabilitas Ridwan Kamil menurut Dimas, melambung tinggi dibanding dengan survei yang dilakukan di bulan Februari lalu. Ridwan Kamil ketika itu di posisi ketiga, di bawah Sandiaga Uno dan Anies Baswedan.

Menurut Dimas survei itu dilakukan di DKI Jakarta dari tanggal 9 sampai 16 Oktober 2022. Sampel adalah responden yang tersebar secara proporsional di 60 kelurahan yang ada di DKI Jakarta.

Dimas juga mengatakan tujuan dari survey tersebut untuk mengetahui tentang persepsi dari masyarakat soal dinamika pembangunan, kinerja pemerintah provinsi, serta dinamika politik di Provinsi DKI Jakarta.

Dalam metode pengambilan data, dilakukan dengan cara wawancara tatap muka kepada 600 responden yang telah dipilih, dengan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error (MoE) kurang lebih 4,00 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sumber: SuaraJakarta.id 

Load More