SuaraCianjur.id - Polisi sebut korban arisan online bodong di Cianjur, semakin bertambah. Hal itu terjadi setelah polisi membuka posko pengaduan, para korban pun mulai berdatangan untuk membuat laporan polisi.
Informasi yang didapat dari kepolisian, saat ini korban arisan online bodong di Cinajur bertambah menjadi 30 orang.
"Hingga saat ini, pelapor (arisan online bodong di Cianjur) ada 30 orang," terang Kanit Reskrim Polsek Pacet Ipda Dang Elvan Fauzi, kepada wartawan.
Sejak kemarin seyelah dibukanya posko layanan pengaduan, para masyarakat yang jadi korban arisan online bodong ini terus berdatangan.
Namun saat disinggung soal jumlah kerugian, Kanit menyebut sampai saat perhitungan kerugian masih belum berubah, yakni jumlah kerugian mencapai 1,2 miliyar.
"Sejauh ini nilainya Rp 1,2 miliar. Kita masih mengejar satu pelaku lainnya, DPO," ujar Elvan.
Diberitakan sebelumnya, Polres Cianjur ungkap perkara penipuan atau penggelapan berupa arisan online bodong di Mapolres Cianjur Polda Jabar, Kamis (20/10/2022).
Dengan terungkapnya kasus arisan online bodong ini, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo himbau masyarakat jangan terlena dengan tawaran - tawaran yang ada.
"Pelajari dulu sistem.arisannya seperti apa, ada izin dari lembaga yang berkewenangan atau tidak, pastikan juga mengenal admin arisan." tutur Ibrahim Tompo.
Baca Juga: Tim Bulutangkis Indonesia akan Bertemu Malaysia di Babak Empat Besar Denmark Open 2022
Dari rilis yang diterima SuaraCianjur.id, arisan online bodong ini, polisi amankan satu orang berinisial SL. Satu pelaku lainnya berinisial NV, masih buron.
Kedua pelaku menawarkan arisan bodong online kepada para korban melalui pesan status whatsaap dengan mencantumkan harga paket arisan serta mengiming - imingi keuntungan lebih tanpa adanya arisan pokok.
Arisan online bodong itu tersebut sudah berjalan 4 bulan, pada awalnya berjalan dengan normal dan dibayarkan kepada pemenang arisan setiap bulannya, tetapi pada benerapa bulan terakhir uang arisan tersebut tidak dibayarkan.
Adapun korban yang mengalami kerugian sebanyak 22 orang dengan total uang yang terkumpul sejumlah Rp. 1.2 miliyar. Pelaku SL berdalih, uang yang tidak bisa dikembalikan oleh pelaku kepada para korban senilai Rp. 642.900.000.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Sprint Race MotoGP Brasil 2026: Marc Marquez Raih Kemenangan Dramatis
-
Harga Sebuah Ego, Menggugat Lenyapnya Nyawa di Novel Bulan Karya Tere Liye
-
Hasil Lengkap Sprint Race MotoGP Brasil 2026: Marc Marquez Menggila, Rider Pertamina VR46 Gigit Jari
-
Heboh Kafe Tagih Biaya Lebaran ke Pelanggan, Ini Klarifikasinya
-
Diet Berita: Tutorial Tetap Waras di Zaman yang Terlalu Ramai
-
10 Jawaban Cerdas Pertanyaan Kapan Lulus Saat Lebaran, Santai Tanpa Canggung
-
7 Film Terbaru Cocok Ditonton Saat Libur Lebaran 2026, dari Horor hingga Drama Keluarga
-
Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
-
Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan
-
7 Trik Kelola THR Anak agar Tidak Habis Setelah Lebaran 2026