/
Sabtu, 05 November 2022 | 08:56 WIB
Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo (Kolase)

SuaraCianjur.id- Pemintaan maaf yang disampaikan oleh terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi kepada keluarga Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat dinilai hanya skenario.

Menurut kuasa hukum untuk keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjutak, mengatakan kalau permohonan maaf dari Ferdy Sambo dan istrinya itu sangatlah tidak alami.

Dirinya menilai kalau permintaan maaf dari Sambo dan Putri, hanya sebuah rancangan yang turut dihafalkan, bukan tulus dari dalam hati.

Seperti yang diketahui, kalau Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi meminta maag secaralangsung kepada keluarga Brigadir J ketika dalam sidang dugaan pembunuhan berencana di hari Selasa (1/11).

"Saya melihat itu tidak alami, itu hafalan dan sudah ditulis di kertas," ungkap Kamaruddin, dikutip dari Youtube MetroTvNews, dilihat Sabtu (5/11/2022).

Kamaruddin menilai, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi mengungkapkan hal itumerupakan skenario pengacaranya. Sehingga kedua terdakwa itu hanya tinggal membacanya saja.

"Apa yang diucakapan oleh Ferdy Sambo, dengan apa yang diucapkan oleh Putri, itu skenario pengacaranya, sudah ditulis dan tinggal membacakan,” terang Kamaruddin Simanjuntak.

Kamaruddin juga menyampaikan seorang yang tulus meminta maaf bisa dilihat dari bagaimana cara orang itu menyampaikannya.

Kamaruddin Simannuntak memberikan contoh, seperti yang dilakukan oleh Bahrada E alias Richard Eleizer.

Baca Juga: Putri Candrawathi Wanita Pembohong dan Pembohong!

Bharada E lebih dulu meminta maaf kepada keluarga Brigadir J khususnya terhadap kedua orang tuanya.

Orang tua Brigadir J memeberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J bagi erdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. (sumber: Foto: Tangkapan Laya Youtube Kompas TV)

"Kalau orang meminta maaf itu harus dari lubuk yang paling dalam dan spontan. Contohnya Bharada Richard Eleizer, dia tulus. Makanya, sejak saya lihat wajahnya pertama kali walaupun saya meminta menjadikan dia tersangka, ini wajah orang baik. Saya minta keluarga buat ampuni dia," ungkap Kamaruddin.

Dalam sidang agenda menghadirkan para saksi bagi terdakwa Putri Cadnrawathi dan Ferdy Sambo, memohon maafnya kepada orangtua Brigadir J.

"Bapak dan Ibu Yosua saya sangat memahami perasaan Bapak dan Ibu, saya mohon maaf," ucap Ferdy Sambo di ruang sidang Selasa (1/11) seperti dikutip dari Suara.com.

Ferdy Sambo turut menyesali atas perbuatan yang telah dilakukan dalam insiden di rumah dinasnya.

Ferdy Sambo mengaku kalau dirinya tak mampu menahan emosi dan amarah. "Saya sangat menyesal, saya tidak mampu mengontrol emosi," kata Ferdy Sambo.

Alasan Ferdy Sambo dibeberkan dalam sidang, kalau dirinya melakukan itu, akibat emosi yang sudah memuncak akibat istrinya diduga dilecehkan oleh Brigadir J.

Kelaurga, kuasa hukum dan kekasih Brigadir J menjadi saksi dalam sidang dugaan pembunuhan berencana dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di PN Jaksel. (sumber: Foto: Suara.com / ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja/rwa)

Namun Ferdy Sambo teta akan bertanggung jawab secara hukum. Dirinya juga sudah meminta ampun kepada Tuhan.

"Saya ingin menyampaikan bahwa peristiwa yang terjadi adalah akibat kemarahan saya atas perbuatan anak Bapak kepada istri saya," alasan Ferdy Sambo.

Sementar iut hal serupa juga turut disampaikan oleh Putri Candrawathi.

"Izinkan saya atas nama keluarga mengatakan, turut berduka cita kepada Ibu dan Bapak Samuel Hutabarat beserta keluarga, atas berpulangnya ananda Brigadir Yoshua. Semoga almarhum diberikan tempat yang terbaik,"kata Putri.

"Saya mohon maaf untuk ibunda Yosua beserta keluarga atas peristiwa ini," ungkapnya. (*)

Sumber: Youtube Metro Tv News 

Load More