SuaraCianjur.di- Bagi pasangan suami istri harus tahu kapan untuk kembali melakukan aktivitas berhubungan seks pasca istrinya melahirkan.
Ada perbedaan dari hal ini kalau dilihat atas proses kelahiran dari istri, apakah dengan cara normal atau operasi sesar.
Menurut Dokter Boyke dalam akun Youtube Sonora FM, diliha Senin (7/11/2022) menjelaskan tentang pentingnya untuk suami dan istri tahu kapda waktu untuk kembali melakukan hubungan seks, usai fase melahirkan dari sang istri.
Dijelaskan oleh dr.Boyke, jika istri mengambil lahiran secara normal, maka untuk bisa kembali berhubungan seks dilakukan sekitar 40 sampai 50 hari kedepan, terhitung dari usai dia melahirkan.
"Setelah 40 hari. Biasanya 40 hari masa nifas dan itu sudah tujuh minggu, itu sudah kembali rahimnya mengecil lagi. Cairan sudah mulai memutih kembali, yang tadinya merah jadi putih dan sudah boleh," ungkap dr.Boyke.
Namun beda lagi ketika proses istri melahirkan dengan operasi sesar. Kata dr.Boyke bila melahirkan dengan cara ini, maka perlu waktu yang lebih lama untuk bertempur di ranjang.
"Makanya saya ke pasien-pasien saya pernah katakan 50 hari pasca melahirkan normal, tiga bulan pasca (operasi) sesar," ungkap dr.Boyke.
Kata dr.Boyke wanita yang telah melahirkan melalui operasi sesar perlu waktu yang cukup untuk melakukan perawatan pada bagian perut.
“Biasanya tiga bulan, karena sesar itu kan operasi, takutnya nanti kepencet-pencet, rasa sakit di perut juga belum sembuh banget, jadi ya sudah tunggu tiga bulan," terang dr.Boyke.
Baca Juga: Ritual Seperti Ini Kata Dokter Boyke Jangan Sampai Terlewat Sangat Penting Buat Pengantin Baru
Dalam proses pemulihan dari operasi sesar, kata dr.Boyke, disarankan kepada para istri untuk mempersiapkan teknik KB. Halini sangat penting untuk mengatur jangka waktu kehamilan yang berikutnya.
Bahkan disarankan supaya jarak kehamilan dari yang sat uke selanjutnya berjarak antara 18 sampai 24 bulan.
"Sambil tiga bulan itu juga dia mencari teknik KB yang baik, agar tidak hamil lagi. Apalagi sesar dia harus ditunggu dua tahun," pesan dr.Boyke. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Sangat Tidak Dianjurkan Kata Dokter Boyke Wanita Keguguran Minum Jamu, 70 Persen Kasus Disebabkan Hal Ini
-
Diungkap Zoya Amirin Ternyata Gaya Klasik Ini saat Gitu-gitu di Ranjang Bikin Pasangan Merintih Kepayang
-
Emang Bener Wanita Gemuk Jadi Faktor Sulit Hamil? Dokter Boyke Beberkan Penjelasannya
-
Hal yang Dianggap Tabu saat Gituan bagi Suami Istri Kata dr.Boyke Bisa Kasih Kenikmatan Loh
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Oli Motor Makin Boros di Tengah Kenaikan Harga, Benarkah Tanda Harus Turun Mesin?
-
Kenapa Mahasiswa Demo 'Menuju Indonesia Bangkrut' di Bundaran HI?
-
Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar
-
Daging Empuk hingga Ceker Lumer: Mengintip Menu Andalan di Sate Padang Doni
-
Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global
-
Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK
-
Drama Tujuh Jam Pemadaman Api di Gudang Raksasa Jombang
-
Bebas dari Masa Sulit, 4 Zodiak Ini Diprediksi Jalani Hari Mulus pada 13 Juni 2026
-
Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?
-
Elegi Hujan Bulan Juni: Merawat Tabah di Tengah Badai Rupiah yang Tiarap