SuaraCianjur.id - Tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi keluhkan soal suara yang dikecilkan saat mereka menanyai saksi yang dihadirkan dalam persidangan.
Hal itu disampaikan oleh Arman Haris yang jadi kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
“Kami tidak keberatan dengan siaran live, akan tetapi saat tim penasehat hukum yang menanyakan kepada saksi, itu suaranya dikecilkan,” kata Arman yang mengeluhkan kepada hakim, seperti yang dilansir dari suara.com, dengan judul : Merasa Istimewakan Jaksa, Kubu Sambo-Putri Ngeluh ke Hakim: Giliran Kami Volume Suara Saksi Dikecilkan.
Menurut Arman, berbeda dengan sat JPU memberikan pertanyaan kepada saksi yang hadirkan. Mereka menunjuk para JPU, disebutArman dapat dengan lantang dan suara besar menanyakan kepada saksi, dalam sidang Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
“Jadi kami mohon untuk bisa keadilan yang berimbang kami diberikan kesempatan yang sama dan seluas-luasnya oleh majelis hakim,” katanya.
Atas permintaa itu, hakim mempertegas jika mereka akan memberikan kesempartan yang sama baik terhadap JPU atau pun pihak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Namun hakim berikan teguran, dimana kedua belah pihak, termasuk pihak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, tidak boleh menanyakan hal yang sudah ditanyakan sebelumnya.
“Oke kami akan berikan hal itu kesempatan yang sama dalam hal pembuktian, tapi sekali lagi sesuatu yang sudah ditanyakan mohon tidak diulang lagi,” tegas hakim.
Saat ini sidang masoh berlangsung. Ada 10 orang saksi persidangan yang dihadirkan dalam kasus pembunuhan Brigadir J, dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Baca Juga: Aksi Romantis Ferdy Sambo Terhadap Putri Candrawathi Membuat Riuh Ruang Sidang
10 saksi tersebut diantaranya, Mereka adalah Susi (ART), Damianus Laba Kobam/Damson (Security), Abdul Somad (ART), Alfonsius Dua Lurang (security), Daryanto/ Kodir (ART), Marjuki (security komplek), Adzan Romer (ajudan), Daden Miftahul Haq (ajudan), Prayogi Iktara Wikaton (sopir), dan Farhan Sabilah (anggota Polri). (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
2 Kubu di Keraton Solo Tetap Gelar Kirab Malam 1 Suro, Duduk Saling Membelakangi
-
PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan
-
1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak
-
Kritik Masjid Megah, Dedi Mulyadi: Jangan Sampai Jadi Tempat Selfie Bukan Tempat Tafakur
-
Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?
-
Anak Korban Pembunuhan di Gelam Serang Murka: Ibu Saya Tak Minta Uang, Justru Dia yang Matre
-
BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG
-
Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?
-
Pelatih Senegal Pape Thiaw: Salat Dulu Baru Piala Dunia
-
HP Murah Anyar, Tecno Spark 50 Pro Usung Sensor Sony dan Baterai Jumbo