SuaraCianjur.id - Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, mengaku bosan menjadi ajudan Ferdy Sambo. Hal itu disampaikannya sebelum ditembak mati Ferdy Sambo.
Pengakuan Brigadir J itu disampaikan tidak langsung kepada Ferdy Sambo atasannya. Melainkan pengakuan Brigadir J tersebut, diceritakan oleh almarhum kepada rekannya Daden Meiftahul Haq.
Daden mengatakan curhatan Brigadir J tersebut, saat mereka Daden dan Brigadir J diminta untuk mengambil kue untuk ulang tahun pernikahan Ferdy Sambo dan Putri Candrawarthi, pada 7 Juli 2022.
“Di perjalanan kita bincang-bincang. Kalau tidak salah seperti ini 'Lek kau punya rasa jenuh nggak?'. Saya nggak terlalu gubris. Kemudian, seperempat jalan 'Ada nggak sih rasa jenuh?' Kalau tidak salah saya jawab, 'Kalau namanya bekerja pasti ada rasa jenuh.' Cuma saat itu saya sampaikan harus pintar menyiasatinya,” dalam persidangan yang digelar pada Selasa (8/11/2022), seperti yang dikutip dari suara.com, dengan judul artikel Percakapan Dibongkar Saksi Daden di Sidang, Yosua Bosan jadi Ajudan Sambo hingga Ogah Nikahi Vera: Carikan Aku Cewek.
Curhatan Brigadir J kepada Daden, dibalas dengan Daden meminta Brigadir J mempunyai perubahan dalam hidup Brigadir J.
“Terus saya ingat betul yang mulia. Ketika saya sampaikan, 'Intinya kita harus punya resolusi.' Saat bicara resolusi itu yang mulia, dia menepok tangan saya, sampai HP saya jatuh ke kaki,” katanya.
“Kalau tidak salah, beliau sampaikan seperti ini 'Nah itu dia, gue enggak punya resolusi Lek', tiru Daden dari jawaban Brigadir J.
Daden pun meminta agar Brigadir J untuk segera menikah. Namun pertanyaan tersebut dibalas Brigadir J, dengan jawaban belum memiliki teman wanita.
“Nikah sama siapa ? (tanya Brigadir J, kepada Daden). Kemudian saya jawab karena saya tahu dulu pernah cerita punya kekasih, 'Yang bidan itu Lek' kemudian dia jawab 'Nggak lah', terus dia sampaikan 'Makanya lah kau carikan aku cewek'," imbuhnya. (*)
Baca Juga: Nomor HP Brigadir J Tiba-Tiba Keluar dari Grup Keluarga, Pengacara Makin Curiga
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan