SuaraCianjur.id - Musibah penipuan Rp 9,8 miliar yang dialami Jessica Iskandar alias Jedar kini semakin memanas.
Cristopher Stefanus Budianti atau Steven rekan bisnis yang dilaporkan Jedar atas penipuan tersebut malah melakukan tuntutan balik kepada istri Vincent Verhaag tersebut lantaran Jedar menyebut dirinya sebagai penipu.
Kasus ini berawal saat Jedar dan Stevan menjalin kerja sama rental mobil di perusahan milik Stevan yaitu Trip id.
Jedar menyerahkan mobil mewah yang ia miliki beserta BPKP mobilnya untuk dikelola Stevan.
Namun siapa sangka menurut Jedar di awal bisnis, keuntungan dari bisnis rental mobil tersebut berjalan lancar dan masuk ke rekening Jedar.
Lama kelamaan tanpa disadari Jessica Iskandar rupanya Stevan setiap bulan hanya mengirimkan bukti transfer palsu.
Hal tersebut baru diketahui saat Jedar akan membayar cicilan KPR rumah mewahnya di Menteng, Jakarta. Tiba-tiba pihak Bank meberitahu jika cicilan rumahnya tidak bisa ter-debet otomatis lantaran uang tabungann tidak cukup.
Dari situlah Jedar mulai menyadari bahwa, Stevan telah menipunya. Penipuan Stevan ini telah dilaporkan jedar ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kabarnya Stevan sendiri kabur ke Singapura dan tidak berani menemui Jedar dan Vincent Verhaag.
Ditengah bergulirnya kasus ini, Togar Situmorang selaku pengacara Stevan angkat bicara. Bahwa uang Rp 9,8 miliar tersebut bukan sepenuhnya milik Jedar. Namun sebagaian milik Stevan.
Baca Juga: Dear Lion Air, Aku Bukan Kaesang tapi Balikin Koper Aku
"Masing-masing masukin uang, totalnya tadi (Rp 9,8 miliar)," kata Togar Situmorang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (16/11/2022).
"uang itu di PT (Trip id) Sudah dibelikan mobil," sambung Togar.
Menurut Togar, mobil-mobil tersebut dipakai secara bergantian, baik oleh Jessica pribadi maupun perusahaan Stevan.
"Sudah dipakai kadang sama Jessica, kadang PT. Hasil sudah dibayar, apalagi?" terang Togar.
Pengacara Stevan malah meminta keterangan balik dari pernyataan-pernyataan yang disampaikan Jedar selama ini.
"Kalau kamu benar Rp9,8 (miliar), setornya kemana? Dapat apa? Dalam bentuk apa? Dalam penguasaan kamu nggak? Kalau dalam penguasaan kamu tiba-tiba raib, ada yang salah nggak?" sambungnya. (*)
Berita Terkait
-
Dear Lion Air, Aku Bukan Kaesang tapi Balikin Koper Aku
-
Diisukan Putus dari Kakang Jurnalrisa, Adhisty Zara Gandeng Cowok Baru
-
Laporan Ibu Korban Dugaan Penganiayaan oleh Anak Irwasda Polda Kalimantan Utara, Mulai Didalami Polisi
-
Netizen Hujat Jessica Iskandar yang Ketahuan Liburan, Padahal Dirinya Kesulitan Bayar Cicilan Rumah
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?