- LMKN menegaskan bahwa kreator live TikTok tidak perlu membayar royalti musik secara pribadi karena kewajiban tersebut ditanggung oleh pihak platform.
- Aturan mengenai royalti penggunaan komersial digital sudah diatur secara resmi dalam Permenkumham Nomor 27 Tahun 2022.
- LMKN memanfaatkan data digital dari streaming dan downloading untuk memantau penggunaan lagu dan mendistribusikan royalti kepada pemilik hak cipta.
Suara.com - Fenomena siaran langsung atau live TikTok kini tak sekadar jadi ajang unjuk gigi, tapi juga tempat berburu cuan lewat jualan.
Tak jarang, para kreator menyisipkan lagu hits sebagai latar belakang agar suasana makin hidup dan menarik pembeli.
Lantas, muncul pertanyaan besar di benak publik, apakah para kreator ini harus merogoh kocek untuk membayar royalti lagu yang mereka putar?
Komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), Suyud Margono, memberikan jawaban tegas terkait keresahan tersebut.
"Kreator tidak membayar. Dari TikTok-nya, dari Spotify-nya, dari YouTube-nya yang membayar. TikTok-nya membayar," kata Suyud Margono saat ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026).
Mengenai alur dana, pihak LMKN mengelola royalti yang masuk. Dana yang dihimpun dari platform besar tersebut kemudian dipotong biaya operasional sebelum akhirnya sampai ke tangan para pemilik hak cipta.
"Nah di situ ada royalti yang didistribusikan kepada pencipta, kepada pelaku pertunjukan atau performers, atau produser rekaman suara," sambung Suyud menerangkan mekanisme distribusi hasil penarikan royalti tersebut.
Landasan hukum mengenai kewajiban ini pun sudah tertuang jelas dalam aturan pemerintah.
Segala bentuk penggunaan komersial di ruang digital telah memiliki payung hukum tetap sejak beberapa tahun silam melalui Peraturan Menteri.
Baca Juga: LMKN Dilaporkan ke KPK, Piyu Padi: Bukti Keresahan Musisi Sudah Memuncak
"Permenkumham Nomor 27 Tahun 2022 ini sudah diatur di situ. Jadi salah satu pengguna komersial digital gitu, ada item-item di antaranya downloading, video streaming seperti itu," jelas Suyud lebih lanjut.
Suyud Margono memaparkan, teknologi digital sebenarnya memudahkan LMKN untuk memantau penggunaan lagu di ranah daring.
Hal ini memungkinkan pendistribusian hak ekonomi bagi para musisi menjadi lebih tertata dan transparan.
"Ya penagihannya karena justru mereka kan ada data digitalnya ya, ada downloading, video streaming ya, itu malah justru mendapatkan data dari lagu yang diputar secara digital tersebut," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Uji Publik RUU Hak Cipta: AI dan Royalti Jadi Fokus
-
Ari Bias Ungkap Royalti Musik Anjlok, Singgung Juga Gugatan Rp4,9 Miliar ke Agnez Mo
-
Sammy Simorangkir Bawakan Lagu Karya Badai di Konser 20 Tahun, Promotor Pastikan Royalti Dibayar
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Lagu Nassar Viral Tapi Tak Dapat Royalti, Ahmad Dhani Kini Banjir Dukungan
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tolong Carikan Kerja untuk Wanita Ini: Dia Dipecat Gara-Gara Tolak Ajakan Mesum Bosnya
-
Hotman Paris Turun Tangan, Bongkar Taktik Kiai Cabul Ashari Manipulasi Puluhan Santriwati
-
Drama Harga Es Jeruk di Hammersonic 2026, Bos Promotor sampai Turun Tangan
-
Rambut Siswi Berhijab Dipotong Paksa, Dedi Mulyadi Cecar Guru SMKN 2 Garut: Masalahnya Apa?
-
Usai Sertifikat Mualaf Dicabut Hanny Kristianto, MCI Siap Bantu Richard Lee Urus Dokumen Baru
-
Tetap Humble di Usia 30 Tahun, Intip Rahasia Sheila on 7 Tetap Disayang Sheilagank
-
Aldi Taher Bikin Gebrakan Lagi Usai Bisnis Burger Viral, Kini Rilis Brand Sepatu hingga Celana Dalam
-
TXT MOA CON Jepang Bisa Ditonton Live di Bioskop Indonesia, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya
-
Sinopsis Film Suamiku Lukaku, Kisah Pilu Acha Septriasa Hadapi KDRT dari Baim Wong
-
Film Method Acting Tayang di Indonesia, Intip Sinopsis Perjuangan Lee Dong Hwi Jadi Aktor Serius