SuaraCianjur.id - Ditengah masyarakat Kabupaten Cianjur tengah terdampak akibat gempa bumi kemarin, BMKG kini mengeluarkan peringatan dini soal ramalan cuaca di Kabupaten Cianjur.
Adapun prakiraan cuaca di Kabupten Cianjur, hujan dengan intensitas sedang hinggal lebat di perkirakan akan terjadi di Kabupten Cianjur.
Hujan diprediksi terjadi pada siang hari dengan rentang waktu mulai pukul 13.00 sampai pukul 19.00 WIB, pada Selasa (22/11/2022).
Selain di Cianjur, hujan dengan pontensi sedang sampai dengan lebat dapat juga terjadi di Kab dan Kota Bogor, Kab Purwakarta, Kab Karawang, Kab Subang, Kab Bandung, Kab Sumedang, Kab Majalengka, Kab Indramayu, Kab Garut, Kab dan Kota Tasikmalaya.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terjadinya angin kencang yang bakal terjadi di Kabupaten Cianjur.
“Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada rentang waktu siang/sore hingga menjelang malam hari di sebagian wilayah Kab dan Kota Bogor, Kota Depok, Kab Bekasi, Kab Cianjur, Kab Sukabumi, Kab Purwakarta, Kab Karawang, Kab Subang, Kab Bandung, Kab Sumedang, Kab Majalengka, Kab Indramayu, Kab Garut, Kab dan Kota Tasikmalaya,” seperti yang dilansir dari laman https://www.bmkg.go.id.
Wilayah lain juga yang dapat terjadi angin kencang yakni meliputi daerah Kab dan Kota Bogor, Kota Depok, Kab Bekasi, Kab Sukabumi, Kab Purwakarta, Kab Karawang, Kab Subang, Kab Bandung, Kab Sumedang, Kab Majalengka, Kab Indramayu, Kab Garut, Kab dan Kota Tasikmalaya.
Prakiraan BMKG terjadinya hujan disertai kilat dan angin kencang dapat terjadi pada waktu siang sampai dengan malam hari.
Sementara itu data terbaru akibat gempa bumi di Kabupten Cianjur, berdasarkan dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, menyebutkan jika ada sembilan daerah yang terdampak gempa bumi berkekuatan 5,6 SR Magnitudo, pada kemarin ini.
Baca Juga: Dinar Candy Panik Tak Bisa Hubungi Keluarga di Cianjur setelah Gempa: Tolong Temukan Adikku
Diperbaharui pada pukul 03.00 WIB, Selasa (22/11/2022), BPBD Jabar merilis dampak gempa bumi yang terjadi kemarin.
Sembilan daerah tersebut diantaranya Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Sukabumi, Kota Bogor, Kabupten Garut, dan Kota Bekasi.
Adapun kondisi daerah yang paling para mengalami kerusakan yakni daerah Kabupaten Cianjur, dengan total 2873 bangunan yang terdiri dari rumah warga, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, perkantoran, rumah ibadah, beberapa toko, jembatan dan akses jalan mengalami kerusakan akbat gempa tersebut.
Disusul daerah Kabupaten Sukabumi, dengan 442 bangunan yang mengalami kerusakan. Untuk di Kota Sukabumi, terdapat 19 rumah yang mengalami kerusakan.
Kemudian daerah Kobupaten Bogor, 25 bangungn alami kerusakan, dan untuk di Kota Bogor ada dua unit rumah yang alami kerusakan. Untuk Kabupaten Bandung dan Bandung Barat masing-masing terdapat satu bangunan yang rusak.
Jumlah pengungsi sendiri, untuk di Kabupaten Cianjur terdapat 5646 jiwa yang tengah mengungsi dengan titik pengungsian di Kantor BPBD, RSUD dan Taman Kota Cianjur. Korban yang meninggal dunia mencapai ratusan orang dengan (Data masih terus bertambah).
Untuk di Kabupaten Sukabumi, terdapat 11 orang yang alami luka-luka dan tiga jiwa harus diungsikan.
Di Kabupaten Bogor, terdapat 13 jiwa yang harus diungsikan dengan dua diantaranya mengalami luka-luka.
Korban paling sedikit terdapat di Kabupaten Bandung, dengan catatan satu orang mengalami luka-luka akibat gempa kemarin. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Menko Yusril Buka Suara Soal Kericuhan Bendera Bulan Bintang di Aceh
-
Kontak Tembak dengan OPM Saat HUT ke-81 RI, 1 Prajurit TNI Gugur-2 Terluka
-
Usai Kericuhan Penurunan Merah Putih, Kapolri Pastikan Aceh Terkendali
-
7 Kuliner Musim Panas di Turkiye yang Wajib Dicoba, dari Sup Dingin hingga Es Krim Maras
-
Sudah Seperti Bestie, Istana Ungkap Rahasia di Balik Posisi Duduk Jokowi-Prabowo-Gibran
-
7 Cara Mencuci Sepatu Canvas di Rumah agar Bersih dan Tidak Cepat Rusak
-
HUT ke-81 RI: BRI Perluas Akses Keuangan Hingga Pelosok dan Mancanegara
-
Lama Tak Terdengar Kabarnya, Pemain Keturunan Indonesia Ini Bakal Susul Ole Romeny?
-
Hasto Ungkap Alasan Megawati Pilih Upacara di Sekolah Partai Ketimbang Istana
-
Ironi di Negeri Tropis: Buah Melimpah, Harga Tak Ramah