/
Sabtu, 26 November 2022 | 09:41 WIB
Aksi pria dewasa yang tengah menyiksa seorang anak dalam kondisi telanjang. (Instagram Ahmad Sahroni)

SuaraCianjur.id - Sebuah rekaman penyiksaan anak viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria tengah memarahi anak.

Anak kecil tersebut, terlihat tidak menggunakan sehelai pakaian apapun. Ada pria dewasa yang duduk didepan anak tersebut. 

Satu sisi, ada satu orang lainnya yang mereka pria dewasa dan anak kecil tersebut.

Entah apa yang terjadi, pria tersebut tiba-tiba menyuruh anak tersebut untuk diam, sambil memegang wajahnya.

“Diam kau,” kata si pria tersebut, dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @ahmadsahroni, pada Sabtu (26/11/2022).

Setelah menyuruh diam, anak itupun langsung menangis. MEndengar tangisannya, pria dewasa tersebut langsung memukul leher anak kecil tersebut.

Pemukulan dilakukan beberapa kali terhadap anak kecil tersebut. Anak kecil pun semakin keras menangis, karena tak kuat menahan sakit akibat pemukulan tersebut.

Penyiksaan pun tak henti sampai pemukulan. Pria dewasa itu pun melakukan penamparan ke muka anak kecil tersebut.

Tangis anak itupun kian menjadi. Saat itu pria yang ada dalam video nampak mencubit dada anak tersebut.

Baca Juga: Korban Gempa Cianjur Ikuti Trauma Healing di Posko Bantuan BIN

Anak tersebut lalu dijambak dan benamkan wajahnya ke arah kelamin pria tersebut. 

“Enggak mau diem,” kata pria tersebut, sambil pelototi anak kecil itu.

Setelah itu, anak tersebut kembali dipukul, dicubit dan wajahnya dibenakam kembali ke arah kelamin pria tersebut. 

Postingan anggota DPR RI itupun langsung dibanjiri komentar warga net. Tak hanya warga net, beberapa artis pun turut berkomentar mengecam penyiksaan tersebut. 

“ASTAGFIRULLAH...tangkap @divisihumaspolri,” tulis Aldi Taher dalam kolom komentar tersebut.

“Ente kadang-kadang ente,masa bocah di gebukin nangis disuruh diem jgn sampe nanti ente masuk bui terus diberlakukan sama seperti yang ente lakukan ke bocah itu dan disuruh diem sama yang Laen,” kecam warga net.

Load More