SuaraCianjur.id- Setiap makanan yang ada di dapur umum sebelum dibagikan kepada para korban gempa Cianjur yang berada di posko pengungsian harus dicek terlebih dahulu.
Pihak keamanan turut memastikan soal makanan tersebut. Pemeriksaan dilakukan melalui test food dan security food.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan kalau hal itu penting dilakukna, agar tidak terjadi sesuatu ketika dikonsumi oleh para pengungsi korban gempa CIanjur.
"Jadi ini upaya yang kita lakukan untuk jaga keamanan dari menu yang disajikan dapur umum buat para pengungsi,” kata Kombes Ibrahim Tompo dalam keterangan tertulis yang diterima cianjur.suara.com, Selasa ( 29/11/2022).
Pihak keamanan menjaga kerawanan dari berbagai makanan yang disajikan, agar tidak ada racun dalam makanan-makanan itu.
“Kita jaga kerawanan-kerawanannya agar tidak ada racun yang bisa sebabkan sakit bagi para pengungsi, kita cek kandungannya," jelasnya.
Pengecekan makanan dilakukan setiap hari oleh para ahlinya dengan teliti dan memeriksa kandungan dari makanan tersebut.
"Kita lakukan setiap hari. Setiap memasak akan dilakukan security Food dengan lakukan pengecekan yang ada dalam kandungan makannya," ucap Kombes Ibrahim Tompo.
Melalui tahapan test food dan security food, supaya makanan teteap terjaga dari tangan jahil dan ketika dimakan oleh para pengungsi adalah makanan yang aman.
Baca Juga: Pinkan Mambo Singgung Fisik Lesti Kejora : Enggak Teralu Cakep Buat Rizky Billar
"Dengan harapan apa yang dikonsumsi pengungsi aman dan tidak menimbulkan efek penyakit," ungkap Tompo.
Ibrahim Tompo mengatakan, kalau security food dilakukan 30 menit sebelum makanan itu dibagikan keadap para korban gempa Cianjur.
"Security food dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan dan dibutuhkan waktu sekitar 15 sampai 30 menit, sesuai progres masakan, nanti pada saat disajikan tepat waktu," jelasnya. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Australia Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia U-19, Erick Thohir Singgung Soal Kualitas
-
KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah
-
Kamu Harus Tahu! 7 Aturan Baru Piala Dunia 2026: VAR Kini Lebih Berkuasa
-
Siapa Wasit Laga Pembuka Piala Dunia 2026? Sosok Kontroversial dari Brasil
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Detik-detik Pembukaan Piala Dunia 2026: 80.000 Suporter Padati Stadion Azteca
-
Pelanggaran Fatal Terungkap! 6 Fakta di Balik Penangguhan 41 Dapur Makan Bergizi Gratis di Tangsel
-
Siapa 'Pimpinan Berjenjang' BPK yang Disebut Titin Rita dalam Kasus Edison Muara Enim?
-
Jutaan Ikan Mati Mendadak di Mempawah, Kerugian Pembudidaya Diperkirakan Miliaran
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami