SuaraCianjur.id- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Boy Rafli Amar mengatakan terkait dengan program deradikalisasi terhadap para narapidan terorisme sudah dilakukan.
Boy mengatakan dalam catatan BNPT ada ribuan napi terorisme yang mengikuti program deradikalisasi. Dia mengatakan dalam program tersebut terkait dengan residivis napi teroris ada yang kembali dalam kasus serupa.
“Dalam catatan kita ada sekitar 1.290 yang telah mengikuti program deradikalisasi. itu di angka sekitar 8 persen menjadi residivis ya, jadi residivis di sini ada yang kembali terkait kasus terorisme, tapi terkait dengan dengan kasus bom bunuh diri, hanya nol koma sekian saja,” ucap Boy usai menngunjungi Polsek Astanaanyar, kamis (8/12/2022).
“jadi kecil dan hanya sebagian segelintir orang, yang pernah terhukum atau terhukum dan terpidana, kemudian menjadi pelaku aksi bom bunuh diri,” lanjutnya.
Boy menyadari kalau program deradikalisasi tidak semua menerima begitu saja. Sebagain ada yang sudah berikrar untuk kembali setia kepada NKRI, namun ada juga yang masih menolak hal itu.
“Kita menyadari program deradikalisasi dalam kejahatan yang sifatnya Extra ordinary crime ini tidak semua mereka itu setuju begitu saja. Tidak semua mereka itu menerima begitu saja. Mayoritas ada yang berikrar baik dan setia kepada NKRI, tapi satu dua itu sampai hari ini yang di dalam LP Nusakambangan saja masih ada yang harus ditempatkan di super maximum Security, karena apa? Karena mereka masih belum mau. Ini masalah ideologi ya,” beber Boy Rafli Amar.
Menurut Boy bahayanya jaringan terorisme adalah hingga cara kematiannya pun diajari oleh kelompok yang terafiliasi terhadap mereka. Apa yang diajarkan oleh kelompok terorisme mampu merubah karakter dan watak seseroang. Otak mereka dicuci hingga berpikir irasional.
“Jadi kalau kelompok ideologi ini biasanya itu kematian saja diajari. Kematian secara ilegal dia cari dan dia memang ingin mati, inilah berbahayanya ideologi terorisme yang memang merupakan Extra ordinary crime,” jelas Boy.
Sehingga dalam kinerjanya dalam menangani hal ini bukan haya tugas dari aparat penegak hukum saja, tapi semua lapisan masyarkat tertuama keluarga bisa membantu untuk mencegah paham terorisme.
Baca Juga: Boy Rafli Sebut Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar Tanda Balas Dendam Aksi Terorisme
“Yang mempengaruhi karakter dan watak orang sehingga menjadi irasional, makanya di dalam kerja kami, kita tidak bisa hanya bertumpu pada kekuatan aparat dan stakeholder, tapi semua masyarakat semua kita ajak, siapa masyarakat itu? Keluarga,” ungkapnya.
Boy ingin masyarakat di Indonesia memiliki pemahaman kalau ideologi terorisme sangat berbahaya. Terutama paham ideologi yang berbasis kepada kekerasan.
Indonesia kata Boy adalah bangsa yang penuh dengan toleransi, gotong royong dan saling menolong.
“Bangun keluarga yang tidak setuju dengan ideologi berbasis kekerasan tapi mereka setuju dengan karakter bangsa Indonesia yang lebih kepada semangat toleransi, gotong royong, saling tolong menolong. ini kan trans nasional ideologi yang memang sengaja dilempar ke dalam masyarakat kita, agar masyarakat kita menjadi intoleran,” terangnya.
Intoleran bukanlah sebuah ciri dari karakter bangsa Indonesia. Aksi terorisme dengan pemahamannya kata Boy sudah jelas tidak sejalan dengan konstitusi negara dan ideologi Pancasila.
Dengan kejadian bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astanaanyar, Boy berjanji akan memperbaiki dan mengevaluasi soal program deradikalisasi terhadap para napi terorisme.
“Jadi apa yang terjadi tetap akan menjadi masukkan dan bahan evaluasi untuk ke depannya akan diperbaiki lagi. Supaya residivis dalam kejahatan terorisme ini zero, itu adalah cita-cita,” ungkap Boy. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Pasca Ledakan Bom Bunuh Diri Semua Psikologis Anggota Polsek Astanaanyar Disembuhkan
-
Kapolda Jabar Ungkap Kronologi Lengkap Ledakan Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar Kota Bandung, Ridwan Kamil Turut Beri Himbauan
-
Ridwan Kamil Sebut Jumlah Korban Ledakan Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar Kota Bandung
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung