/
Minggu, 11 Desember 2022 | 16:58 WIB
Tria Apriliani dan suaminya Arsiih.

SuaraCianjur.id - Tria Apriliani (24) sampai saat ini masih tetap tegar. Dua anaknya yang masih balita menjadi penguat hidupnya pasca gempa di Cianjur.

Meskipun nampak tegar, kesedihan ibu dua anak tersebut tak dapat ditutupi. Sang suami yang diketahui bernama Arsiih (28), sampai saat ini belum ditemukan.

Ingatan Tria masih begitu kental. Saat terakhir ia mengantarkan suaminya ke Kampung Cugenag, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Cianjur. 

“Pas berangkat ke Cugenang nya sekitar jam 9 nan saya yang anterin,” kata Tria, kepada SuaraCianjur.id, Minggu (11/12/2022).

Tujuan suaminya tersebut ke Cugenang, untuk ke rumah orang tua sang suami.

Tria menuturkan saat gempa berkekuatan magnitudo 5,6 menghantam Cianjur, ia langsung mencoba menghubungi suami. 

Namun ponsel sang suami pun tak pernah mendapat jawaban. Keluarga dari sang suami pun tidak ada yang bisa dihubungi.

“Gak sempat pesan apa-apa karna keadaan lagi baik-baik saja,” ujar Tria.

Pernikahan Tria dan suaminya tersebut, masih terbilang baru seumur jagung. Mereka menikah empat tahun lalu.

Baca Juga: Diklaim Polemik GKI Yasmin Selesai, Bima Arya Akui Masih Ada Persoalan Rumah Ibadah di Bogor

Dari pernikahannya tersebut, Tria dan suami dikaruniai dua anak, satu berumur tiga tahun dan satu lainnya berumur 14 bulan.

Saat ini ia masih mengungsi di posko pengungsian. Kondisi rumahnya belum dapat dipergunakan usai gempa terjadi.

“Kalo siang saya di rumah, tapi kalo malem tidur di tenda karna rumah gak bisa dipake buat tidur,” ucapnya.

Tria pun tak pernah putus asa. Setiap harinya ia masih terus menunggu kabar dari suaminya tersebut.

Dua anaknya, kata Tria menjadi penguat dirinya untuk tetap melanjutkan hidup pasca gempa terjadi. 

“InsyaAllah saya kuat demi anak-anak,” pungkas Tria. (*)

Load More