SuaraCianjur.id – Peralihan musim dari musim hujan ke musim panas, saat ini tengah terjadi. Hal tersebut membuat tubuh harus beradaptasi kembali dengan suhu lingkungan yang tak menentu.
Panas dalam kerap menghinggapi siapapun yang tidak mampu beradaptasi atas perubahan cuaca alam tersebut. Nah, dalam artikel ini akan dijelaskan seputar gejala panas dalam, lengkap dengan tips untuk mengatasinya.
Panas dalam adalah kondisi medis yang disebabkan oleh kenaikan suhu tubuh yang melebihi normal dan dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, berkeringat berlebihan, pusing, dan badan lemah.
Gejala panas dalam dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti:
1. Infeksi. Infeksi bakteri atau virus dapat menyebabkan panas dalam.
2. Stres. Stres berlebihan dapat menyebabkan tubuh untuk meningkatkan suhu tubuh.
3. Obat-obatan. Beberapa obat-obatan, seperti obat anti-inflamasi, dapat menyebabkan suhu tubuh meningkat.
4. Penyakit. Beberapa penyakit, seperti malaria, dapat menyebabkan panas dalam.
5. Kondisi medis lainnya. Beberapa kondisi medis, seperti gangguan tiroid atau kekurangan zat besi, juga dapat menyebabkan panas dalam.
Baca Juga: Hasil Lengkap Piala FA: Man City Bantai Chelsea, Villa Dipecundangi Tim Divisi 4
Itulah beberapa penyebab timbulnya gejala panas dalam. Rasanya kurang lengkap apabila tidak disempurnakan dengan resep herbal untuk mengatasi panas dalam.
Berikut ini beberapa resep herbal ala Dokter Zaidul Akbar yang bisa Anda gunakan untuk menjaga kesehatan keluarga Anda, diantaranya:
1. Teh jahe. Jahe merupakan salah satu rempah-rempah yang efektif untuk menurunkan panas dalam tubuh.
Cara penyajian, rebus jahe dengan air hangat, lalu tambahkan madu dan gula. Minumlah teh jahe ini setiap hari untuk menurunkan suhu tubuh.
2. Teh lemon. Lemon adalah salah satu buah yang kaya akan vitamin C dan mengandung antioksidan yang baik untuk tubuh.
Cara penyajian, campurkan jus lemon dengan air hangat, lalu tambahkan madu dan gula. Minumlah teh lemon ini setiap hari untuk menurunkan suhu tubuh.
Berita Terkait
-
5 Efek Samping Berbahaya Jika Konsumsi Kunyit secara Berlebihan
-
Resep dr.Zaidul Akbar Pakai Buah Alpukat dan 3 Buah Kurma Bisa Bikin Berat Badan Jadi Ideal
-
Aroma Bau Badan Muncul dari Ketiak Bikin Orang Risih, Resep dr.Zaidul Akbar Pakai Jeruk Nipis
-
Cara dr.Zaidul Akbar Bikin Kecerdasan Otak Kuat Pakai Kismis dan Buat Lambung Sehat Sama Labu
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan