SuaraCianjur.id- Imlek, hari dimana umat tionghoa merayakan hari kebesaran nya. Acara ini identik dengan aksi barongsai, kemudian nuansa merah, dan salah satu nya adalah turun nya hujan.
Lalu, ada apa dengan hujan di hari Imlek? Dikutip dari CNN Indonesia, pakar fengshui menjelaskan makna turun hujan ketika Imlek.
Hujan saat Imlek yang suka dihubungkan dengan tahun yang baik. Hujan saat perayaan Imlek biasanya turun pada saat Imlek.
Ribuan tahun lalu, mayoritas masyarakat Tiongkok bekerja sebagai petani. Mereka sering menjadikan momen tahun baru yang terjadi di awal musim semi sebagai momen bersyukur karena telah melewati musim dingin dengan baik.
Oleh karena itu, bagi kaum petani, hujan yang turun di hari Imlek merupakan suatu keberkahan dan tanda awal yang bagus untuk panen setahun ke depan.
Yulius Fang juga menuturkan, menurut ilmu Fengshui, hujan dipercaya sebagai pembawa berkah karena merupakan penyeimbang sinar matahari dalam konsep Yin Yang.
Meski begitu, hujan sebagai simbol keberuntungan sebenarnya kembali pada keyakinan masing-masing orang. Sebab, pada dasarnya itu adalah kepercayaan kaum petani di masa lalu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla