SuaraCianjur.id - AS Roma baru saja tersingkir dari kompetisi Coppa Italia, setelah kalah dari Cremonese di Stadio Olimpico dengan skor 1-2 pada hari, Kamis (2/2/2023) lalu.
Pada sesi konferensi pers pasca laga tersebut, pelatih AS Roma yakni Jose Mourinho mendapatkan pertanyaan mengenai pemilihan skuatnya pada pertandingan tersebut.
Pertanyaan itu menanyakan, apakah ia menyesal tidak memainkan starter seperti biasanya sejak awal pertandingan malam itu?
Mendengar pertanyaan itu, pelatih yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-60 pada tanggal 26 Januari lalu itu pun menjawab dengan realistis.
"Ini adalah komplen jadul yang sama seusai pertandingan. Ketika selama dua hari sebelum pertandingan, bagian medis yang memantau kondisi setiap individu mengatakan dengan jelas bahwa pemain A, B, C, D sedang berada dalam zona merah, dan beresiko mengalami cidera, ketika kami memiliki jadwal pertandingan lain pada hari Sabtu dengan skuat yang tidak dapat menanggung cidera..." kata Mourinho, dikutip cianjur.suara.com dari situs resmi klub, Sabtu (4/2/2023).
"Ini akan membuat anda berpikir. Jika Paulo (Dyballa) menjadi starter hari ini, dan lalu mengalami cidera panjang, kita bisa saja merasa senang melaju ke semi final tetapi harus kehilangan dirinya selama beberapa bulan. Dan itu berlaku untuk Paulo, Matic, Tammy. Apakah anda melihat Matic dan Tammy menyelesaikan pertandingan di Naples?" lanjut Mou.
Ia mengaku sulit baginya untuk mengatur segala sesuatu sekaligus dalam kepalanya dengan jadwal yang sangat padat. Mourinho menekankan bahwa situasi dalam dunia sepak bola tidak dapat disamakan dengan olahraga rugby, dimana jadwal masih dapat diatur ulang karena lapangan berubah.
Bila ia tidak merotasi pemain itu akan menjadi suatu masalah karena pemainnya dapat cidera. Tetapi bilapun ia merotasi pemain dan timnya tidak bermain dengan baik itu juga akan menjadi suatu masalah karena mereka harus tereliminasi dari kompetisi.
Pada akhirnya ia menganggap bahwa hasil pasca pertandingan akan selalu menjadi penilaian yang subjektif. Namun ia lebih memilih untuk melihatnya secara objektif dan menganggap bahwa timnya telah bermain buruk khususnya pada babak pertama.
Baca Juga: SEJARAH HARI INI: Kisah Grup RLS, Pendidikan Calon Pilot Penerbangan Sipil Pertama Indonesia
Mourinho tidak ingin menyalahkan para pemainnya, karena ia menganggap dirinya dan mereka semua adalah bagian dari sebuah tim, jadi semua bisa disalahkan.
Sumber: asroma.com
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
Terkini
-
Contoh Susunan Acara Halalbihalal RT/RW Lengkap, Sederhana tapi Bermakna
-
Dibantai di Final, Pep Guardiola Malah Sebut Arsenal Tim Terbaik: Nyindir atau Pujian Tulus?
-
Kebakaran di Nanga Pinoh di Momen Lebaran 2026, Sejumlah Bangunan Hangus Terbakar
-
Yaqut Bersyukur Jadi Tahanan Rumah Saat Lebaran: Alhamdulillah Bisa Sungkem
-
Petualangan Sanraku Berlanjut! Shangri-La Frontier Season 3 Tayang 2027
-
Nekat! Mobil MPV Angkut 12 Orang saat Lebaran, Bagasi Terbuka Ditutup Terpal
-
Perang di Timteng Memanas Bikin Premi Asuransi Meningkat
-
Media Italia Terpukau Aksi Veda Ega Pratama di Moto3 Brasil, Cepat dan Tanpa Takut
-
Geely Targetkan Rebut Takhta Penjualan Mobil Terlaris dari BYD di Pasar Otomotif China
-
Arus Balik Mulai Menggeliat, Penumpang Bakauheni Tembus 91 Ribu di H+1 Lebaran