- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi pelantikan Adies Kadir sebagai Hakim MK dalam satu hingga dua hari ke depan.
- Adies Kadir dijadwalkan mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada Rabu (4/2/2026).
- Hakim purnabakti Arief Hidayat meyakini kapasitas Adies Kadir memadai meski latar belakangnya politisi.
Suara.com - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan pelantikan Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) akan dilakukan dalam waktu dekat.
Namun, Pras belum merinci secara pasti jadwal pelantikan tersebut. Ia hanya menyebut pelantikan direncanakan berlangsung dalam satu hingga dua hari ke depan.
"Direncanakan akan dalam waktu 1–2 hari ke depan ini," kata Pras di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Nantinya, Adies Kadir akan mengucapkan sumpah jabatan sebagai Hakim MK di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
"Mengucapkan sumpah di depan presiden," kata Pras.
Sementara itu, Arief Hidayat, pensiunan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), sebelumnya telah menyampaikan pandangan positif atas terpilihnya Adies Kadir sebagai penggantinya.
Meski berasal dari latar belakang politisi, Adies dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, dan kompetensi yang memadai untuk menjalankan tugas sebagai hakim konstitusi.
Menurut Arief, Adies Kadir merupakan figur yang telah lama berkecimpung di dunia politik dan hukum, sehingga memahami dinamika pembentukan undang-undang dan kepentingan publik.
Hal tersebut dianggap menjadi modal penting untuk menjalankan peran baru di MK, meski membutuhkan perubahan orientasi dan tanggung jawab yang signifikan.
Baca Juga: Mahfud MD Tercengang Adies Kadir Tiba-tiba Muncul Jadi Calon Hakim MK: Tapi Itu Tak Melanggar Hukum
Arief menegaskan bahwa peralihan dari jabatan di DPR ke Mahkamah Konstitusi bukanlah perkara mudah.
Di DPR, Adies berperan sebagai pembuat undang-undang yang mewakili berbagai kepentingan masyarakat dan golongan, sementara di MK tugas utamanya adalah menjaga konstitusi dan ideologi negara secara imparsial.
Meski demikian, Arief optimistis transisi tersebut dapat dijalani dengan baik berkat pengalaman panjang Adies di bidang hukum dan pemerintahan. Ia meyakini kompetensi dan rekam jejak Adies akan membantu dalam menjalankan fungsi baru sebagai pengawal konstitusi.
Menanggapi kekhawatiran publik soal potensi melemahnya independensi MK akibat masuknya figur politik, Arief menepis anggapan tersebut.
Ia menegaskan bahwa MK memiliki sistem kerja yang transparan, akuntabel, dan kolektif-kolegial, sehingga setiap putusan diambil bersama dan terikat oleh kode etik, moral, hukum, serta pertanggungjawaban kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Berita Terkait
-
Mahfud MD Tercengang Adies Kadir Tiba-tiba Muncul Jadi Calon Hakim MK: Tapi Itu Tak Melanggar Hukum
-
Arief Hidayat ke Adies Kadir: Kita Harus Pertanggungjawabkan Kepada Tuhan, Tidak Bisa Seenaknya
-
Keppres Adies Kadir jadi Hakim MK Sudah Diteken, Pelantikan Masih Tunggu Waktu
-
Arief Hidayat Pamit dari MK: Bongkar Rahasia 'Dissenting Opinion' hingga Kelakar Kekalahan Ganjar
-
Akar Masalah Seleksi Hakim MK: Konfigurasi Kekuasaan dan Upaya Melahirkan 'Hakim Boneka'
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan
-
Operasi Pekat Jaya Sepekan, Polda Metro Jaya Tangkap 105 Pelaku Tawuran, 56 Sajam Disita
-
Telak! Baru 7 Hari Dilantik Menkeu Purbaya, Kepala Kanwil Bea Cukai Sumbagsel Diciduk KPK
-
Prabowo Naikkan Gaji Hakim untuk Cegah Penegak Hukum Korupsi, Eks Ketua KPK: Tak Sesederhana Itu