/
Jum'at, 10 Februari 2023 | 16:00 WIB
Kafetaria di Jayapura roboh dan tenggelam di perairan laut pasca diguncang gempa bumi 5,4 M, Kamis (9/2/2023). ((Instagram @cenderawasihposreal))

SuaraCianjur.Id- Gempa bumi yang terjadi di wilayah Indonesia sangat erat kaitannya dengan masuknya wilayah Indonesia ke dalam wilayah subduksi.

Zona subduksi Sunda merupakan salah satu dari beberapa zona gempa bumi aktif di dunia, dan gempa bumi di wilayah ini biasanya terjadi akibat aktivitas tektonik yang terkait dengan proses subduksi.

Gempa bumi Papua, misalnya, terjadi karena aktivitas tektonik yang berlangsung di zona subduksi Banda. Zona ini berada di sepanjang garis pantai timur pulau Papua, dan gempa bumi di zona ini biasanya terjadi akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang tenggelam ke bawah Lempeng Pacific.

Beberapa faktor lain yang mempengaruhi kejadian gempa bumi di Indonesia, seperti kompleksitas geologi wilayah, adalah posisi wilayah Indonesia yang berada di antara dua lempeng samudera dan dalam jarak dekat dengan beberapa sesar aktif.

Indonesia juga memiliki banyak pulau-pulau yang dibentuk oleh aktivitas vulkanik yang terjadi akibat masuknya wilayah Indonesia ke dalam wilayah subduksi. Pulau-pulau ini memiliki banyak gunung berapi yang masih aktif, seperti Gunung Merapi, Gunung Rinjani, dan Gunung Agung.

Namun, meskipun gempa bumi di wilayah Indonesia sering terjadi, pemerintah dan masyarakat Indonesia telah berusaha untuk mengurangi dampak negatif dari gempa bumi melalui berbagai program pencegahan dan pemulihan.

Ini termasuk memperkuat infrastruktur bangunan dan memastikan bahwa masyarakat memiliki akses ke informasi dan bantuan darurat setelah terjadi gempa bumi.

Load More