SuaraCianjur.id - Plasenta atau ari-ari pada bayi yang baru lahir sekarang ini kerap digunakan untuk kepentingan kesehatan karena memiliki sel induk atau sel punca. Biasanya plasenta ini akan disimpan kedalam suatu wadah dan dibekukan di tempat yang dingin.
Namun kebanyakan dari kita biasanya ketika anak lahir, ari-ari atau plasenta yang terdapat pada bayi tersebut sering kita kubur langsung, atau menyerahkannya kepada piihak rumah sakit begitu saja.
Seperti dilansir dari kanal YouTube dr. Zaidul Akbar, beliau mengatakan bahwa mengubur ari-ari bayi dapat dilakukan sembari menanam tumbuhan seperti kunyit, jahe, dan serai (rimpang).
Hal ini dilakukan agar tetap mendapat khasiat dari sel yang terkandung dalam plasenta tersebut untuk kepentingan kesehatan, khususnya jika sang anak yang baru lahir tadi sakit.
"Bagaimana caranya kita bisa mendapatkan gen, DNA, dari si itu tadi (plasenta) untuk kepentingan suatu hari kelak, misalkan bayi ini sakit?" kata dr. Zaidul Akbar, dikutip cianjur.suara.com dari kanal YouTube miliknya, Selasa (14/2/2023).
"Dia bilang gampang (guru dari dr. Zaidul Akbar). Tanam aja itu (ari-ari), kan lama-lama ancur tuh, Nah di atas tanahnya itu tanamlah situ kunyit, jahe, serai paham ya. Maka kunyit, jahe, serainya tadi tuh akan memiliki gen DNA dari si (ari-ari)? Karena kan ancur dia di tanah nyatu di tanah gitu." lanjutnya.
Sumber: youtube.com / dr. Zaidul Akbar Official
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026