SuaraCianjur.Id- Jonathan Latumahina, seorang ayah dari Jakarta Selatan, menunjukkan kekuatan dan kemurahan hati yang luar biasa dalam menghadapi penganiayaan yang menimpa putranya.
Jonathan pun berusaha untuk tetap tegar melihat putranya terbaring koma. Ia sampai menuliskan kata-kata menyayat hati di akun Twitter resminya, @/seeksixsuck.
"Jika nanti kamu divonis akan ada kekurangan, bagiku kamu tetap utuh seperti sebelumnya. Tidak ada yang berkurang kasihku padamu," tulis Jonathan seperti dikutip SuaraCianjur, Jumat (24/2/2023).
David, anaknya, menjadi korban penganiayaan brutal oleh Mario Dandy Satrio, anak dari pejabat pajak eselon tinggi, dan telah dalam keadaan koma selama lima hari.
Meskipun keparahan luka yang diderita putranya, Jonathan menunjukkan sikap pemaafan yang luar biasa dengan menerima permintaan maaf dari keluarga Mario Dandy.
Ia mengakui bahwa pemaafan adalah hal yang penting dan merupakan nilai yang diajarkan oleh putranya.
"Keluarga pelaku semalam datang minta maaf, saya maafkan. Saya hanya meniru anak saya yang sangat pemaaf," kata Jonathan.
Namun, Jonathan juga menuntut keadilan bagi putranya dan mengharapkan proses hukum berjalan sesuai aturan.
"Dan mohon maaf juga, proses hukum (kepada Mario Dandy) sudah bergulir. Kita punya tanggung jawab masing-masing. Mohon doanya sampai saat ini David belum siuman," lanjutnya.
Baca Juga: Mahfud MD Soroti Kasus Anak Pejabat Pajak Aniaya Putra Pengurus Ansor: Tak Ada Perdamaian
Kekuatan dan kasih sayang Jonathan untuk putranya telah menyentuh hati banyak orang, dan pemaafannya merupakan pengingat yang kuat akan pentingnya belas kasih dan pengertian.
"Mas Jo, semoga keluarga tabah selama dampingin David sampai membaik kondisinya ya. Turut berdoa semoga David bisa kuat dan segera sembuh," timpal warganet.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Perintah Balik ke Jakarta dan Munculnya Dua Sosok Tak Dikenal Sebelum Kematian Sutrimo
-
Mendagri Ajak Kementerian dan Lembaga Beri Apresiasi bagi Pemda Berprestasi
-
Marc Klok Sebut Laga Lawan Sabah FC dan Bali United Penting untuk Persib
-
Desil Berapa yang Nggak Boleh Beli Pertalite? Begini Cara Ceknya!
-
Apa Arti Kemajuan Jika Alam Tak Lagi Bisa Bertahan?
-
Meski Lolos dari Frontier Market, IHSG Tetap Merah Pagi ini di level 6.300
-
Red Riding Hood Jadi Detektif, Adaptasi Anime TV Dijadwalkan Tayang 2027
-
5 Shade Bedak untuk Kulit Cerah agar Wajah Tidak Pucat dan Makeup Flawless
-
Amplop Suhardiman Amby, KPK Berpeluang Periksa Kapolres Kuansing dan Ajudan Raja Juli
-
Pemegang Saham Waspada, CPIN dan GOTO Hengkang dari MSCI Global Standar Indexes