- Sutrimo diminta ke Jakarta dan ditunggu dua orang tak dikenal sebelum ditemukan meninggal dunia.
- Keluarga melaporkan kejanggalan kematian ke polisi.
- Polda Metro Jaya menaikkan kasus ke penyidikan dan menunggu hasil ekshumasi.
Suara.com - Keluarga mengungkap fakta baru di balik kematian Karumga eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Sutrimo (42). Beberapa hari sebelum kejadian, Sutrimo ternyata sempat ditelepon seseorang yang memintanya kembali ke Jakarta.
Hal itu diungkap kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni.
Menurut Aan, Sutrimo sebelumnya pulang ke Banyumas atas inisiatif sendiri pada 10 Juli 2026. Namun, pada 16 Juli 2026, ia kembali diminta berangkat ke Jakarta.
"Ditelepon Bapak, kata Sutrimo suruh berangkat ke Jakarta, sudah disiapkan tiket serta uang 5 juta untuk berangkat ke Jakarta dan sudah ada yang menemani dua orang. Orang ini tidak pernah bertemu sebelumnya, itu menurut kesaksian Sutrimo kepada keluarga," ungkap Aan kepada Suara.com.
Sutrimo kemudian ditemukan tidak sadarkan diri di halaman Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 23 Juli 2026. Ia sempat dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Jenazah Sutrimo kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, dan dimakamkan di TPU Bantaragung.
Namun, sejumlah hal dalam proses pemulangan jenazah membuat keluarga mempertanyakan kematian Sutrimo. Barang pribadi seperti telepon genggam dan sejumlah dokumen disebut tidak seluruhnya dikembalikan kepada keluarga.
"Dalam kondisi sekarang sulit (dianggap) kematian wajar, karena ada barang barang milik almarhum yang belum dikembalikan seperti KTP dan handphone. Itu yang menjadi pertanyaan," jelas Aan.
Keluarga kemudian melapor dan meminta agar kematian Sutrimo ditelusuri secara ilmiah.
Baca Juga: Kejagung Tahan 2 Tersangka Korupsi Pajak Pulp PT TPL, Kerugian Capai Rp2 Triliun
Polisi akhirnya melakukan ekshumasi pada Rabu (12/8/2026), sekitar 20 hari setelah Sutrimo dimakamkan.
Aan yang menyaksikan proses ekshumasi di lokasi mengatakan, jasad Sutrimo masih dalam kondisi utuh ketika diangkat. Ia melihat bagian perut tampak sedikit membesar, tetapi menegaskan hal itu bukan kesimpulan medis.
Tak Ada Luka Kekerasan
Dari pemeriksaan awal, tim forensik tidak menemukan tanda-tanda luka akibat kekerasan tumpul maupun tajam pada tubuh Sutrimo.
Ketua Tim Dokter Forensik, Ahmad Yudianto, mengatakan pemeriksaan luar dan dalam secara visual belum dapat menentukan penyebab kematian.
"Untuk itu kami melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengambil sampel-sampel untuk memastikan, mencari penyebab pasti kematian," kata Yudi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Perintah Balik ke Jakarta dan Munculnya Dua Sosok Tak Dikenal Sebelum Kematian Sutrimo
-
Mendagri Ajak Kementerian dan Lembaga Beri Apresiasi bagi Pemda Berprestasi
-
Marc Klok Sebut Laga Lawan Sabah FC dan Bali United Penting untuk Persib
-
Desil Berapa yang Nggak Boleh Beli Pertalite? Begini Cara Ceknya!
-
Apa Arti Kemajuan Jika Alam Tak Lagi Bisa Bertahan?
-
Meski Lolos dari Frontier Market, IHSG Tetap Merah Pagi ini di level 6.300
-
Red Riding Hood Jadi Detektif, Adaptasi Anime TV Dijadwalkan Tayang 2027
-
5 Shade Bedak untuk Kulit Cerah agar Wajah Tidak Pucat dan Makeup Flawless
-
Amplop Suhardiman Amby, KPK Berpeluang Periksa Kapolres Kuansing dan Ajudan Raja Juli
-
Pemegang Saham Waspada, CPIN dan GOTO Hengkang dari MSCI Global Standar Indexes