/
Minggu, 26 Februari 2023 | 12:12 WIB
Ilustrasi oversharing di media sosial (kathmandupost)

SuaraCianjur.id - Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Dengan kemudahan yang diberikan oleh platform ini, banyak orang merasa nyaman untuk berbagi informasi pribadi mereka secara terbuka. 

Namun, di balik kenyamanan tersebut terdapat bahaya yang serius dari oversharing, yaitu ketika seseorang membagikan terlalu banyak informasi pribadi di media sosial.

Oversharing pada dasarnya berarti membagikan informasi yang seharusnya tidak dipublikasikan atau diketahui oleh orang lain, terutama informasi pribadi yang sangat sensitif seperti alamat rumah, nomor telepon, atau bahkan nomor rekening bank. Meskipun membagikan informasi pribadi di media sosial mungkin tampak tidak berbahaya, namun hal ini bisa membawa konsekuensi buruk dalam jangka panjang.

Menurut ahli privasi dan CEO SecureMySocial, Joseph Steinberg, banyak orang tidak memahami betapa pentingnya untuk menjaga privasi online mereka. 

"Banyak orang tidak tahu bahwa ketika mereka membagikan informasi pribadi di media sosial, informasi tersebut dapat diambil oleh perusahaan atau penjahat siber," kata Joseph Steinberg

Selain itu, Joseph juga menjelaskan bahwa banyak orang yang secara tidak sadar telah membocorkan informasi pribadi mereka di media sosial.

"Dalam banyak kasus, orang tidak menyadari bahwa mereka membocorkan informasi pribadi mereka, dan ini bisa sangat berbahaya."

Hal ini didukung data dari studi yang dilakukan oleh Norton LifeLock pada tahun 2019. Hasil studi ini menemukan bahwa 46% dari responden tidak menyadari bahwa mereka memberikan akses ke informasi pribadi mereka melalui aplikasi media sosial. Studi ini juga menemukan bahwa sekitar 24% responden telah menjadi korban kejahatan siber karena oversharing di media sosial.

Sementara itu, sebuah studi lain yang dilakukan oleh McAfee menemukan bahwa 58% remaja dan anak muda mengakui bahwa mereka berbagi informasi pribadi mereka di media sosial, termasuk nama lengkap, tanggal lahir, dan lokasi.

Baca Juga: FIFA Cek Stadion Gelora Bung Tomo untuk Piala Dunia U-20

Ketika seseorang membagikan terlalu banyak informasi pribadi di media sosial, maka mereka secara tidak sadar membuka diri terhadap ancaman seperti pencurian identitas, penipuan, dan peretasan akun. 

Selain itu, informasi pribadi yang tidak sengaja dibocorkan juga dapat digunakan untuk membuat profil target untuk iklan yang ditargetkan, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan kerugian finansial dan privasi yang lebih besar. (*)

Sumber:  

https://www.nortonlifelock.com/blogs/online-privacy/oversharing-on-social-media-why-you-need-to-be-careful-with-your-personal-information

 https://www.mcafee.com/blogs/consumer/the-dangers-of-oversharing-on-social-media/

Load More