SuaraCianjur.Id- Para ilmuwan dan kelompok lingkungan mengungkapkan kekhawatiran atas ancaman kekeringan di Italia, setelah cuaca musim dingin yang kering berlangsung selama berminggu-minggu.
Keadaan ini memperburuk situasi darurat musim panas lalu, terutama di Pegunungan Alpen yang hanya menerima kurang dari setengah dari jumlah hujan salju normal.
Munculnya peringatan tersebut terjadi ketika kota Venesia yang terkenal di Italia, yang biasanya dihadapkan pada masalah banjir, mengalami air surut yang tidak biasa sehingga beberapa kanal terkenalnya menjadi tidak dapat dilalui oleh gondola, taksi air, dan ambulans.
Kesulitan di Venesia disebabkan oleh gabungan berbagai faktor seperti kekurangan hujan, sistem tekanan udara tinggi, purnama, dan pasang laut.
Menurut kelompok lingkungan Legambiente, bagian utara Italia mengalami kekurangan air yang parah pada sungai-sungai dan danau-danau.
Sungai terpanjang Italia, Po, yang mengalir dari Pegunungan Alpen di barat laut ke Laut Adriatik, mengalami penurunan air hingga 61% dari rata-rata normalnya pada saat ini.
Pada bulan Juli tahun lalu, Italia menetapkan status darurat di wilayah sekitar Sungai Po, yang menyumbang sekitar sepertiga dari produksi pertanian negara itu, setelah mengalami kekeringan paling parah selama tujuh dekade.
Sulit dipercayai bahwa ada kekeringan musim panas yang sangat parah di Belahan Bumi Utara tanpa pengaruh perubahan iklim yang diakibatkan oleh aktivitas manusia.
Dalam kekeringan di Italia, level air di Danau Garda di utara Italia mencapai rekor terendah, sehingga memungkinkan akses ke pulau kecil San Biagio melalui jalur yang terbuka.
Baca Juga: Dibangun 1932, Kisah Stadion Sriwedari Jadi yang Tertua di Jawa Tengah
Selama 15 hari terakhir, cuaca di Eropa barat didominasi oleh antisiklon yang menyebabkan suhu yang lebih dingin terjadi lebih sering pada akhir musim semi.
Namun, perkiraan cuaca terkini menunjukkan adanya kemungkinan turunnya hujan dan salju yang sangat dibutuhkan di Pegunungan Alpen dalam beberapa hari ke depan.
(*/Ananda Saputra)
Sumber: Jakarta Info
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sempat Dirahasiakan, Raffi Ahmad Akhirnya Ungkap Penyakit yang Membuatnya Harus Dioperasi
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan
-
Sudah Bertahun-tahun Dibahas, Kapan Pelabuhan Tanjung Carat Benar-Benar Terwujud?
-
5 Rekomendasi Tempat Nongkrong Alam di Dramaga Bogor yang Lagi Hits 2026
-
Stop Feodal! Dosen Gaul Tak Akan Kehilangan Harga Diri
-
Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS
-
Membongkar Perempuan di Titik Nol: Kisah Nyata yang Lebih Ngilu dari Fiksi
-
4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda
-
Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi