/
Selasa, 28 Februari 2023 | 09:02 WIB
Gerbang masuk Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (Suara.com/Risna Halid)

SuaraCianjur.id - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) telah memutuskan untuk memperketat prosedur pendakian di Gunung Gede Pangrango. Hal ini setelah terjadinya insiden menyalakan smoke bomb atau bom asap di puncak gunung tersebut oleh oknum pendaki. 

"Cek packing pun Ditingkatkan, Petugas bersama mitra volunteer dibantu masyarakat di dua pintu masuk pendakian Cibodas dan Gunung Putri, bahu membahu melakukan cek packing/pemeriksaan terhadap barang bawaan pendaki," tulis akun @bbtn_gn_gedepangrango, dilihat, Selasa (28/2/2023).

Upaya memperketat pengecekan barang bawaan pendaki ini agar insiden smoke bomb tidak kembali terulang. 

"Peningkatan intensitas kegiatan rutin ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk mencegah berulangnya pelanggaran yang sempat viral belakangan ini oleh oknum pendaki yang tidak bertanggung jawab," lanjut akun tersebut. 

Adapun terkait dengan insiden smoke bomb di puncak gunung, Kepala Balai Besar TNGGP, Sapto Aji Prabowo, mengkonfirmasi bahwa oknus pelaku sudah diketahui datanya. 

"BBTNGGP telah mengambil langkah cepat untuk melakukan penulusuran terhadap pelaku di beberapa akun media sosial dan berhasil diketahui identitas oknum tersebut," kata Sapto Aji.

Sebelumnya, dunia pendakian dihebohkan dengan seorang pendaki yang menyalakan smoke bomb dan mengotori udara di sekitar Gunung Gede Pangrango, Cianjur, Jumat (24/2/2023).
Berdasarkan hasil pantauan SuaraCianjur.id atas video yang diunggah oleh akun Twitter @pendakilawas, tampak sekelompok oknum mencemari udara Pundak Gunung Gede dengan smoke bom.

Tidak hanya dengan smoke bomb, sekelompok oknum pendaki ini pun mengganggu ketenangan pendaki lain dengan membawa music box. (*)

 
 

Baca Juga: Aldila Jelita Gugat Cerai Indra Bekti Usai 13 Tahun Menikah dan Punya 2 Anak, Adakah Dampaknya Pada Si Kecil?

Load More