SuaraCianjur.Id- Anxiety atau kecemasan adalah perasaan yang alami dan umum dirasakan oleh setiap orang.
Ketika seseorang mengalami kecemasan, tubuh akan merespons dengan meningkatkan detak jantung dan pernapasan, serta meningkatkan kewaspadaan untuk merespon situasi yang dihadapi.
Namun, jika kecemasan yang dirasakan berlebihan dan mengganggu aktivitas sehari-hari, maka dapat dianggap sebagai gangguan kecemasan atau anxiety disorder.
Dilansir dari berbagai sumber, Menurut Dr. John M. Grohol, dilansir dari Psych Central, anxiety disorder ditandai dengan perasaan khawatir dan ketakutan yang berlebihan dan kronis.
"Jika seseorang mengalami kecemasan yang sangat parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari mereka selama enam bulan atau lebih, itu mungkin menjadi tanda adanya anxiety disorder," ujarnya.
Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), anxiety disorder meliputi beberapa jenis gangguan kecemasan seperti generalized anxiety disorder (GAD), panic disorder, social anxiety disorder (SAD), obsessive-compulsive disorder (OCD), post-traumatic stress disorder (PTSD), dan specific phobias.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2017, lebih dari 260 juta orang di seluruh dunia menderita anxiety disorder.
Di Indonesia sendiri, menurut data Kementerian Kesehatan pada tahun 2018, terdapat 9,9 persen penduduk Indonesia yang menderita gangguan kecemasan.
Menurut Dr. Endang Lestari, Sp.KJ, dikutip dari Anxiety Disorder. Buletin Psikologi Klinis mengatakan bahwa gangguan kecemasan dapat diobati dengan terapi psikologi dan obat-obatan.
Baca Juga: 4 Sikap Profesional Leo di Tempat Kerja yang Dianggap Ramah, Rekan Favorit!
"Penting bagi seseorang yang mengalami gejala kecemasan untuk segera mencari bantuan medis, karena kecemasan yang tidak diobati dapat berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis yang lebih buruk," ujarnya. (*)
(*/Haekal)
Sumber: Grohol, J. M. (2021). Anxiety Disorder Symptoms, Causes, and Effects. Psych Central.
American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th Edition. (DSM-5)
World Health Organization. (2017). Depression and Other Common Mental Disorders: Global Health Estimates. Geneva: WHO.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kabar Duka, Aktor Senior Diding Boneng Meninggal Dunia
-
Apa Itu Mini Velo? Ini 4 Rekomendasi Sepeda Paling Bagus dan Awet untuk Bike To Work
-
Koperasi Desa Merah Putih Kini Pasok Lele untuk Program MBG
-
Minyak Dunia Semakin Murah, Harga BBM Gimana?
-
Analisis Timnas Indonesia vs Vietnam: Lini Tengah Kunci Garuda Raih 3 Poin
-
Transisi Ekonomi Hijau Dinilai Mustahil Tanpa Kolaborasi Lintas Sektor
-
5 Lipstik Wardah yang Cocok untuk Ombre, Bibir Lebih Pink dan Tahan Lama
-
Tahan Beli, Emas Antam Harganya Naik Lagi Jadi Rp2,61 juta/Gram
-
CNMA Kantongi Rp2,6 Triliun, Keuntungan Besarnya Ternyata Bukan Bioksop!
-
Dua Aksi Demo Warnai Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Kerahkan 597 Personel