SuaraCianjur.Id- Polusi udara sudah menjadi masalah serius di seluruh dunia dan telah menjadi fokus banyak studi dan penelitian.
Namun, polusi udara tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik manusia, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan mental.
Dilansir dari beberapa jurnal, Studi yang dilakukan oleh Institut Kesehatan Global di University of Wisconsin-Madison menunjukkan bahwa polusi udara dapat meningkatkan risiko depresi dan kecemasan pada orang dewasa muda.
Studi ini menganalisis data dari lebih dari 14.000 orang dewasa muda di Amerika Serikat selama beberapa tahun, dan menemukan bahwa paparan tinggi partikel halus (PM2,5) dan nitrogen dioksida (NO2) terkait dengan peningkatan risiko depresi dan kecemasan.
Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Universitas Chicago menemukan bahwa paparan tinggi polusi udara dapat meningkatkan risiko kekerasan dan tindakan kriminal.
Studi ini menganalisis data dari lebih dari 18.000 laporan kejahatan di kota Chicago selama 12 tahun dan menemukan bahwa tingkat polusi udara yang lebih tinggi terkait dengan peningkatan kekerasan dan tindakan kriminal.
Polusi udara juga dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan tidur.
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep menunjukkan bahwa paparan partikel halus yang dihasilkan oleh polusi udara dapat mempengaruhi kualitas tidur.
Studi ini menganalisis data dari lebih dari 1.800 peserta di Taiwan dan menemukan bahwa paparan partikel halus terkait dengan peningkatan risiko gangguan tidur.
Baca Juga: Bahas Formula E, Bambang Soesatyo Temui Heru Budi di Balai Kota DKI
Kesimpulannya, polusi udara dapat berdampak pada kesehatan mental manusia.
Studi menunjukkan bahwa paparan jangka panjang terhadap polusi udara terkait dengan peningkatan risiko depresi, kecemasan, gangguan tidur, dan bahkan kekerasan.
Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih besar untuk mengurangi polusi udara dan menjaga kesehatan fisik dan mental manusia. (*)
(*/Haekal)
Sumber: Instagram Mola News
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Pemprov Jatim Raih 2 Penghargaan Garuda AI Impact Summit
-
Mind Corner di Liga Universitas 2026, Ruang Menyadari Pentingnya Kesehatan Mental dan Perdamaian
-
Bukan Sekadar Teknologi, AI Ternyata Juga Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup Manusia
-
Drama Comeback dan Tangis Tuan Rumah Warnai Semifinal Campus League The Nationals 2026
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Berulang Kali Digosipkan Pencucian Uang hingga Suap, Raffi Ahmad Trauma Bekerja di Pemerintahan?
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?