SuaraCianjur.id - Daisuke Sato, pemain bertahan asal Jepang yang bermain untuk klub Persib Bandung, baru-baru ini mendapat panggilan dari Timnas Filipina untuk bermain dalam laga FIFA Matchday.
Meski ini merupakan suatu kehormatan, namun panggilan ini juga menimbulkan konflik bagi Sato karena ia bimbang antara komitmen pada klub dan keinginannya untuk mewakili negaranya.
Sato telah menjadi bagian penting dari tim Persib Bandung sejak bergabung pada tahun 2019. Ia telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi lini pertahanan klub dan menjadi favorit di antara para pendukung.
Sato telah secara terbuka menyatakan keinginannya untuk membantu Persib meraih gelar juara liga, yang telah sulit diraih oleh klub selama beberapa tahun terakhir.
Namun banyak publik yang belum mengetahui terkait dengan sepak terjang karir dari Daisuke Sato. Berikut penjelasannya!
Daisuke Sato, pemain bertahan asal Jepang yang kini bermain untuk Persib Bandung, telah menempuh perjalanan panjang dalam karir sepak bolanya. Dia menimba ilmu di klub Urawa Reds Diamonds U-18 di Jepang sebelum akhirnya bergabung dengan Sendai University pada 2012.
Menurut data dari transfermarket.com, setelah menyelesaikan studinya, Sato memutuskan untuk melanjutkan karirnya di klub Filipina, Global Cebu pada 2014. Setelah itu, dia pindah ke klub Rumania, ACSM Poli lasi dan bermain untuk timnas Filipina pada 2018 hingga Juni 2022.
Sato juga bermain untuk klub Denmark, AC Horens, dan kemudian kembali ke Rumania untuk bergabung dengan Sepsi OSK. Setelah berkarier di Eropa, dia kembali ke Asia Tenggara dan bergabung dengan klub Thailand Muangthong United pada tahun 2019.
Setelah dua musim bersama Muangthong United, pada tahun 2019 ia pindah ke Suphanburi FC dan hanya bermain selama dua musim sebelum akhirnya bergabung dengan Ratchanburi FC pada tahun 2021.
Baca Juga: Bekasi Darurat Begal! Kurir Paket Jadi Korban di Babelan, Uang Rp10 Juta Disikat Pelaku
Perjalanan panjang Sato dalam karir sepak bolanya menunjukkan betapa gigihnya dia dalam mengejar cita-citanya. Dia tidak hanya bermain di Jepang, tetapi juga di Filipina, Rumania, Denmark, dan Thailand, menunjukkan kemampuannya untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dan bermain di klub-klub berbeda di seluruh dunia.
Sato juga merupakan pemain yang terus meningkatkan kualitas permainannya. Dia telah mewakili timnas Filipina dan bermain di berbagai klub di berbagai negara, yang semuanya mengharuskannya untuk beradaptasi dengan gaya bermain yang berbeda-beda.
Kualitas ini tentu saja akan menjadi aset yang sangat berharga bagi Persib Bandung, klub yang berambisi untuk menjadi salah satu klub top di Indonesia. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026