SuaraCianjur.id - Jelang seri pembuka MotoGP 2023 di sirkuit internasional Algarve, Portimao, Portugal. Pebalap Repsol Honda, Marc Marquz lebih menjagokan pebalap Ducati, Pecco Bagnaia masuk podium.
Menurut Marc Marquez, hal ini dikarenakan timnya sendiri masih dalam tahap penyesuaian dari berbagai aspek. Sehingga kesiapan dari timnya dinilai sedikit kurang untuk menargetkan masuk podium.
"Saat ini kami tidak bisa memikirkan tentang podium atau kemenangan, terutama di sini, di Portimiao. Pada akhirnya, kejuaraan masih panjang, kami bekerja keras. Saya perlu meningkatkan diri," kata Marc Marquez jelang balap akhir pekan ini, dikutip cianjur.suara.com, Sabtu (25/3/2023).
"Kami mengubah banyak hal. Kami mengubah direktur teknis, kemudian ada ide-ide baru, lalu kami hanya mengerjakan konsep. Satu-satunya hari saya bekerja untuk diri saya sendiri dan dengan motor yang tepat adalah hari terakhir di Portimao," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa, untuk di kecepatan balap tim Honda tidak terlalu buruk, mereka dapat semakin menempel dan mendekati para pesaing top, tetapi mereka masih kalah jauh di lap tunggal.
Selain itu, kakak dari Alex Marquez tersebut juga lebih menjagokan tim Ducati pada seri pembuka kali ini. Menurutnya tim Ducati memiliki tim dan pebalap yang lebih siap, khususnya Pecco Bagnaia.
"Sudah jelas bahwa Ducati sekarang memiliki paket yang sangat kuat. Semua pebalap Ducati kuat, tapi Pecco adalah yang tercepat. Kami jauh dari mereka tetapi kami bahkan lebih jauh dari Pecco yang sangat cepat di pramusim. Kami masih bekerja keras." jelas Marc Marquez.
Sumber: suara.com
Baca Juga: Patung Bunda Maria di Kulon Progo Ditutup Terpal, Ini Aturan Izin Mendirikan Rumah Ibadah
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik