SuaraCianjur.Id- Biasanya, hyper independent bisa bermula dari pola asuh orangtua yang menyebabkan hilangnya kepercayaan kita terhadap orang lain. Pola asuh yang terbentuk dari kecil, akan terbawa hingga dewasa.
“Pola asuh yang dari kecil tidak pernah mendapatkan afeksi, dan apresiasi membuat kita merasa bahwa bisa berdiri diatas kaki sendiri, tidak perlu ada dukungan, dan tidak pantas merasa untuk dicintai,” ujar Analisa Widyaningrum pada YouTube Analisa Channel, Jumat (24/03/2023).
Perasaan seorang hyper independent pun bisa berawal dari trauma, yang berkaitan dengan adanya penolakan dan/atau tidak adanya dukungan dari seseorang.
Selain itu juga, hyper independent sering terjadi pada seseorang tanpa disadari polanya. Biasanya, hyper independent ini muncul pada orang-orang yang mempunyai sifat workaholic.
“Hyper independent secara tidak sadar ada pada seseorang yang workaholic dimana mereka membutuhkan achievement yang sangat tinggi, dan merasa akan gagal pada saat dia tidak bisa melakukan sesuatu yang dia bisa kerjakan sendiri,” jelas Analisa Widyaningrum.
Seseorang yang tidak sadar mengalami hyper independent ini bisa membuat luka baru pada diri sendiri. Efeknya terhadap manajemen waktu berantakan, tidak mau merepotkan orang lain, hingga akhirnya ia akan kekurangan waktu istirahat.
Pada sesi penutupan dari pembahasan hyper independent, Analisa Widyaningrum mengajak semua orang untuk bisa merangkul kembali diri sendiri secara utuh dan menyelesaikan trauma secara perlahan.
“It’s okay jika kita mandiri, itu bagus. Tetapi, jangan pernah lupa bahwa semandirinya kita sebagai perempuan, kita tetap membutuhkan laki-laki untuk bisa mendukung kita sampai ditujuan. We can do many things, but not everythings,” tutup Analisa Widyaningrum. (*)
(*/Haekal)
Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat: Memaafkan Kesalahan Orang Lain Bisa Berbalas Surga, Begini Penjelasannya
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Shin Tae-yong Senyum Lebar, Persija Imbangi Port FC Usai Tertinggal Dua Gol
-
Koalisi Masyarakat Sipil Peringatkan Bahaya Dominasi Militer, Sebut Demokrasi dan HAM Terancam
-
Waktu untuk Tidak Menikah dan Alasan yang Menyertainya
-
Maling Rp1,2 Miliar di Kalideres Tertangkap, Hasil Kejahatan Tinggal Rp200 Juta
-
Doli Golkar Pertanyakan OTT Kepala Daerah Tiap Pekan: Ada Skenario Parade Korupsi?
-
Akselerasi Layanan Zero Down Time di GIIAS 2026, Mitsubishi Fuso: Roda Bisnis Harus Terus Berputar
-
Bidik World Athletics Label, PB PASI Puji PLN Electric Run 2026
-
Promo Diskon Grab Sepanjang Agustus 2026, Syaratnya Jadi Nasabah BRI
-
Balsa Sekulic Terpukau Atmosfer Bobotoh, Siap Kejar Gol Perdana Bersama Persib
-
Pandangan Masih Buram Meski Ganti Kacamata? Bisa Jadi Bukan Sekadar Mata Minus Biasa