SuaraCianjur.Id- Dunia kosmetik saat ini sedang digandrungi oleh banyak wanita, dengan berbagai kalangan. Apalagi produk skincare yang sedang viral, membuat banyak orang penasaran untuk mencoba.
Dibalik banyaknya produk skincare yang dipromosikan oleh para influencer, pasti ada sebagian orang mengalami ketidak cocokan. Maka dari itu, berikut tujuh tips cara memilih skincare dengan baik menurut dr. Richard Lee.
Pertama, kita sebagai pencari skincare yang cocok harus tahu atas permasalahan kulit kita seperti apa.
Mengenali jenis kulit seperti berminyak, berjerawat, kering, flek, atau lain sebagainya kepada beberapa orang ahli bisa membuat kita tahu kebutuhan kulit kita seperti apa.
“Ketika kalian ingin apa, kalian membutuhkan apa, maka kalian bisa mencari skincare yang tepat untuk kulit diri kalian,” ujar dr Richard Lee.
Kedua, setelah kita tahu jenis kulit, kita harus tahu apa saja kandungan skincare yang sangat dibutuhkan oleh kita, ini dikarenakan untuk bisa belajar menyesuaikan. Ketiga, cara memakai skincare harus benar urutannya.
Keempat, kita harus fokus memakai skincare secara rutin, tidak boleh ganti-ganti skincare. Hal ini dikarenakan, skincare yang bersifat BPOM memerlukan waktu kerja satu hingga tiga bulan.
Bahkan, menurut beberapa jurnal, kandungan di dalam skincare akan bisa menunjukkan hasil maksimal setelah pemakaian enam bulan.
“1 sampai 3 bulan baru terlihat hasil, jangan gonta-ganti skincare kecuali ada bruntusan dan jerawat parah, atau ada sesuatu alergi di dalam kandungannya,” kata dr. Richard Lee.
Kelima, lakukan ekspoliasi secara rutin dengan cara chemical peeling atau peeling dirumah.
Keenam, setelah kulit merasa nyaman dalam jangka waktu empat hingga enam bulan, bisa menambah boost skincare.
Ketujuh, menjadi hal terakhir dalam memilih skincare yaitu jangan tergiur oleh hasil yang instant juga hanya karena artis atau influencer banyak yang memakai.
Dr. Richard Lee pun menyampaikan sekaligus berpesan bahwa, “Bagi kalian pemula ikutin saran saya pasti akan terhindar dari skincare abal-abal, wajah yang hancur, dan bijak memilih skincare.” (*)
Sumber: YouTube dr. Richard Lee
(*/Haekal)
Tag
Berita Terkait
-
Geger! Curhatan Adik Anggota Dirkrimsus Kegirangan Diberi Baju Impor Sitaan, Netizen: Ngerampas Jualan Orang
-
dr. Richard Lee Pamer Foto 'Aib' Wajah Sendiri Sebelum Perawatan, Netizen: Dompet Care Guys
-
Pria Gerebek Warung Bakso di Bogor Gara-Gara Jualan Siang Hari saat Ramadan, Warganet: Sibuk Banget Ngurusin Orang
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
PDIP Remehkan Safari Politik Jokowi: Jadi Presiden Saja Tak Bisa Loloskan PSI, Apalagi Sekarang
-
Menjelang Magrib 2: Kala Medis Berhadapan dengan Ritual Keji di Desa Terpencil, Malam Ini di ANTV
-
Khusyuknya Prosesi Tiga Langkah Namaskara Sambut Waisak 2570 BE
-
Daftar Klub Inggris Paling Sukses di Eropa: Liverpool Masih Juara, Arsenal Coba Cetak Sejarah
-
Produktif di 2026, Etenia Croft Kembali Hadirkan Lagu Kau Selalu Ada
-
Film 'Jongot' Angkat Kearifan Suku Musi dalam Menjaga Hutan dan Alam
-
PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik
-
Libur Panjang Idul Adha, Warga Serbu Tebet Eco Park
-
Tragedi Kresek Hitam: Sengkarut Sampah Plastik Pasca-Iduladha yang Tak Kunjung Usai
-
Supernova dan Revolusi Sastra Populer Indonesia Awal 2000-an