SUARA CIANJUR – Masalah penanganan suporter masih menjadi salah satu masalah yang belum terselesaikan hingga saat ini. Beberapa oknum suporter kerap kali melakukan tindakan kerusuhan yang tentunya akan merugikan tim.
Ketua PSSI, Erick Thohir berencana akan melakukan kebijakan pengurangan poin bagi timnya, terhadap suporter yang melakukan kerusuhan.
“Saya akan mengusulkan pengurangan poin,” ujar Erick Thohir, dikutip Minggu (23/4/2023).
Menurutnya, pengurangan poin ini dimaksudkan agar setiap tim dan suporter dapat lebih bertanggung jawab.
"Agar lebih tanggungjawab baik klub maupun supporter, sehingga tidak melakukan hal yang merugikan klubnya saat bertanding," lanjut Erick Thohir.
Meski demikian, publik menganggap bahwa kebijakan ini berpotensi akan menghasilkan kecurangan antar suporter.
“Di sisi lain ini adalah terobosan yang bagus. Di sisi lain, ini bisa membuat kecurangan, dengan sengaja membuat onar dengan jersey rival,” tulis akun Instagram @garudatalksid, dikutip Minggu (23/4/2023).
Seperti yang diketahui, suporter antar klub di Indonesia kerap kali terlibat kericuhan. Terbaru, pada bulan Februari 2023, oknum suporter PSIS Semarang dan PSS Sleman terlibat kericuhan yang menyebabkan beberapa orang terluka.
Untuk itu, penataan suporter menjadi pekerjaan utama yang harus segera diselesaikan oleh ketua umum PSSI, Erick Thohir. (*)
Baca Juga: Cerita Anies Dikasih Wejangan dari SBY Ketika Silaturahmi ke Rumah AHY di Momen Lebaran 2023
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan