SUARA CIANJUR - Menko Polhukam, Mahfud MD, menyatakan bahwa saat ini belum saatnya untuk memasuki bursa calon wakil presiden (cawapres) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Ia menekankan bahwa nama-nama yang beredar di masyarakat sebagai bakal cawapres masih menjadi tanggung jawab partai politik.
Hal tersebut diungkapkan Mahfud MD dalam keterangannya di Surabaya pada hari Minggu, tanggal 30 April 2023.
"Itu kan permainan bolanya masih di partai politik lalu sekarang menjadi urusan masyarakat dan nanti ketemu di situ. Kita belum masuk ke arena itu," ucapnya.
Pernyataan Mahfud MD yang dilontarkan saat berkumpul di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada malam 29 April lalu itu banyak menyita perhatian dan disebut-sebut oleh banyak pengamat politik sebagai calon wakil presiden potensial dalam pemilihan presiden 2024.
Namun, Mahfud MD menegaskan belum waktunya untuk mengikuti pencalonan wakil presiden dan tanggung jawab menyeleksi calon-calon potensial ada pada partai politik.
Dalam pertemuan tertutup baru-baru ini dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo dipastikan mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilu 2024 dan dikabarkan sedang mencari calon wakil presiden potensial untuk mencalonkan diri bersamanya.
Mahfud beralasan bahwa pertemuan dengan Prabowo hanya untuk bersilaturahmi menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"Saya diundang ceramah ke rumahnya di Hambalang. Tidak ada lamaran menjadi cawapres," jelasnya.
Baca Juga: Cek Fakta: Venna Melinda Maafkan Ferry Irawan, Laporan KDRT Dicabut
Mahfud saat ini menolak untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kesiapannya sebagai calon wakil presiden jika diajukan.
"Saya tidak bilang siap atau tidak siap. Itu nanti atau belum waktunya. Nanti saya bicara kalau sudah konkret saja," terangnya.
Mahfud MD menekankan bahwa tugas utamanya saat ini adalah sebagai Menko Polhukam yang sedang berupaya keras untuk membantu evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Sudan yang sedang dilanda konflik militer.
"Per hari ini sudah 1.100 WNI yang sudah dievakuasi dari Sudan. Ada beberapa WNI yang belum dievakuasi karena lokasinya jauh atau susah dijangkau," tuturnya.
Mahfud MD, selaku Menko Polhukam, sedang mengembangkan rencana strategis untuk memberantas kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.
"Nanti penanganan strategis terhadap KKB akan kami umumkan," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Cetak Sejarah! Dhea Natasya Jadi Atlet Perempuan Indonesia Pertama di World Longboard Tour 2026
-
Ayah dan Anak Tewas dalam Rumah Terbakar di Musi Banyuasin, Warga Tak Sempat Menolong
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Pesirah Bank Sumsel Babel Kini Jadi Pilihan Anak Muda Sumsel untuk Bangun Dana Darurat
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Kenapa Harta Warisan Keluarga Sering Menimbulkan Konflik? Detektif Jubun Ungkap Alasannya
-
Kapal Pengangkut Sapi Tenggelam di Kalaotoa Saat Subuh, Puluhan Ternak Tak Terselamatkan