SUARA CIANJUR - Panitia SEA Games dan PARA-Games Kamboja (CAMSOC-CAMAPGOC) telah mengumumkan akan menggratiskan semua tiket masuk dan hak siar bagi para peserta SEA Games kali ini, bukan hanya menggratiskan, panitia juga akan memberikan makanan gratis bagi para delegasi peserta dan panitia yang mendampingi.
Semua kebijakan ini dilakukan menyusul instruksi langsung dari perdana menteri Kamboja.
Pada Tanggal 18 April lalu. Ketua dari CAMSOC-CAMAPGOC Dr.Thong Khon telah mengirimkan surat resmi kepada Komite Olimpiade Asia Tenggara tentang dihapusnya sejumlah biaya yang dibebankan kepada semua peserta Asean Games ke 32
"Di bawah bimbingan dari (Perdana Menteri) Samdech Hun Sen, CAMSOC tidak akan lagi membebankan biaya makanan dan akomodasi kepada NOC (Panitia Olimpiade Nasional) yang berpartisipasi dari SEA Games ke-32," bunyi surat itu.
"Dengan kata lain, kesebelas NOC yang berpartisipasi tidak akan dikenakan biaya makanan, akomodasi, dan transportasi," tambahnya.
Walaupun begitu semua peraturan mengenai masa tinggal dan kuota peserta tetap akan sama tidak akan berubah.
"Keputusan dari kepemimpinan Perdana Menteri Hun Sen ini semakin menegaskan komitmen Kerajaan Kamboja untuk menjadi tuan rumah (dari) keluarga olahraga regional kami dan (menyambut) tamu internasional di lingkungan tetangga yang bersahabat," lanjutnya.
Semua tiket gratis bisa didapatkan dari aplikasi yang akan disediakan oleh panitia Kamboja. (*)
Sumber: Khmer Times
Baca Juga: Gegara Nyanyian Pelaku Tawuran, Polisi Bongkar Gudang Penyimpanan Jutaan Pil Tramadol dan Hexymer
(*/Haekal)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Lebih dari Sekadar Ibu Kota, Jakarta Bertransformasi Jadi Kota yang 'Hobi' Mendengar
-
5 Motor Honda yang Namanya Mirip Mobil, Kebetulan atau Sengaja?
-
Membaca Ulang Sang Mahapatih Gajah Mada di Buku Agus Munandar
-
Ulasan The Winning Try: Kisah Tim Rugby Buangan yang Layak Diperjuangkan
-
Steam Summer Sale 2026 Dimulai, Cek Rekomendasi Game PC dengan Diskon Besar Ini
-
Jerman Tumbang dari Ekuador di Piala Dunia 2026, Julian Nagelsmann Murka Soroti Disiplin Pemain
-
Mengintip Surga Laptop Second Jogja yang Jadi Penyelamat Mahasiswa Rantau
-
Skutik Terlaris New Honda BeAT Makin Mewah Lewat Sentuhan Desain Premium
-
Saat Stigma Menjadi Senjata: Mengapa Label "Demo Bayaran" Bisa Mematikan Demokrasi?
-
Cara Praktis Percantik Kendaraan di Jakarta Fair 2026 Lewat Produk Diton