SUARA CIANJUR - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong masyarakat untuk segera menikah dengan tujuan menjaga keseimbangan jumlah penduduk dan memanfaatkan bonus demografi pada tahun 2050.
Menurutnya, hal ini penting mengingat proyeksi bahwa pada tahun 2050, jumlah penduduk usia muda akan berkurang sedangkan jumlah penduduk usia tua akan semakin banyak.
Oleh karena itu, Ma'ruf Amin menganjurkan agar pernikahan tidak ditunda-tunda.
"Yang menarik, jumlah usia muda itu mengecil di 2050, yang tua-tua makin banyak. Jadi anjurannya itu dilakukan keseimbangan, jangan menunda nikahnya," kata wapres.
"Kalau tidak, nanti prediksinya banyak yang tua (pada 2050) dan yang muda, yang produktif itu rendah," tambahnya.
Wakil Presiden juga menekankan bahwa jika tidak dilakukan penyesuaian dalam program keluarga berencana (KB) dan langkah-langkah lainnya, maka Indonesia berisiko tertinggal dari Nigeria dalam hal jumlah penduduk.
Dalam konteks ini, Ma'ruf Amin berupaya untuk mengingatkan pentingnya mengantisipasi perubahan demografi dengan melakukan langkah-langkah yang tepat.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa juga menyampaikan bahwa jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2045 diperkirakan akan mencapai 324 juta jiwa, mengalami peningkatan sebesar 54,42 juta jiwa dibandingkan tahun 2020.
Selain itu, persentase penduduk usia 65 tahun ke atas juga diperkirakan naik dari 6,6 persen menjadi 14,61 persen pada tahun 2045.
Baca Juga: Ditemui Erick Thohir, Prabowo Ngaku Gregetan Saat Nonton Final Timnas U-22
Data ini menggambarkan perubahan struktur demografi yang signifikan yang perlu mendapatkan perhatian serius.
Tidak hanya itu, pada tahun ini, India telah menggantikan Tiongkok sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar.
Perubahan ini menunjukkan bahwa dinamika populasi dunia terus berubah dan menjadi faktor penting dalam perencanaan kebijakan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Pernyataan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan data yang disampaikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai pentingnya menjaga keseimbangan demografi dan mengambil langkah-langkah yang tepat dalam program KB dan kebijakan penduduk.
Langkah ini diharapkan dapat memastikan bonus demografi di masa depan serta meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat Indonesia. (*)
(*/Haekal)
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Update Besaran Zakat Fitrah 2026, Nominal Uang dan Beras
-
Bojan Hodak Soroti Sosok Bernardo Tavares dan Pertahanan Persebaya Surabaya
-
Harta Kekayaan Riva Siahaan, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga
-
Harga Emas Stabil di Pegadaian, Bertahan Kisaran 3 Jutaan pada 1 Maret 2026
-
Rude oleh Hearts2Hearts: Percaya Diri dan Tak Terikat Aturan Konvensional
-
Bintangi Film Setannya Cuan, Ben Kasyafani Sempat 10 Kali Ulang Adegan di Tengah Hujan
-
Adam Alis Optimis Persib Raih Tiga Poin di Kandang Persebaya
-
Angkat Kearifan Lokal, Film Timun Mas in Wonderland Siap Hadir di Bioskop
-
Misi Sulit Emil Audero Bendung Ketajaman Rafael Leao Saat Cremonese Jamu AC Milan
-
Terpopuler: Viral Foto Lawas Sarifah Suraidah, 35 Kata-Kata Lucu Bulan Puasa