/
Kamis, 18 Mei 2023 | 14:00 WIB
Wakil Presiden juga menekankan bahwa jika tidak dilakukan penyesuaian dalam program keluarga berencana (KB) dan langkah-langkah lainnya, maka Indonesia berisiko tertinggal dari Nigeria (ANTARA/HO-BPMI Setwapres)

SUARA CIANJUR - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong masyarakat untuk segera menikah dengan tujuan menjaga keseimbangan jumlah penduduk dan memanfaatkan bonus demografi pada tahun 2050. 

Menurutnya, hal ini penting mengingat proyeksi bahwa pada tahun 2050, jumlah penduduk usia muda akan berkurang sedangkan jumlah penduduk usia tua akan semakin banyak. 

Oleh karena itu, Ma'ruf Amin menganjurkan agar pernikahan tidak ditunda-tunda.

"Yang menarik, jumlah usia muda itu mengecil di 2050, yang tua-tua makin banyak. Jadi anjurannya itu dilakukan keseimbangan, jangan menunda nikahnya," kata wapres.

"Kalau tidak, nanti prediksinya banyak yang tua (pada 2050) dan yang muda, yang produktif itu rendah," tambahnya.

Wakil Presiden juga menekankan bahwa jika tidak dilakukan penyesuaian dalam program keluarga berencana (KB) dan langkah-langkah lainnya, maka Indonesia berisiko tertinggal dari Nigeria dalam hal jumlah penduduk. 

Dalam konteks ini, Ma'ruf Amin berupaya untuk mengingatkan pentingnya mengantisipasi perubahan demografi dengan melakukan langkah-langkah yang tepat.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa juga menyampaikan bahwa jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2045 diperkirakan akan mencapai 324 juta jiwa, mengalami peningkatan sebesar 54,42 juta jiwa dibandingkan tahun 2020. 

Selain itu, persentase penduduk usia 65 tahun ke atas juga diperkirakan naik dari 6,6 persen menjadi 14,61 persen pada tahun 2045. 

Baca Juga: Ditemui Erick Thohir, Prabowo Ngaku Gregetan Saat Nonton Final Timnas U-22

Data ini menggambarkan perubahan struktur demografi yang signifikan yang perlu mendapatkan perhatian serius.

Tidak hanya itu, pada tahun ini, India telah menggantikan Tiongkok sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar. 

Perubahan ini menunjukkan bahwa dinamika populasi dunia terus berubah dan menjadi faktor penting dalam perencanaan kebijakan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Pernyataan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan data yang disampaikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai pentingnya menjaga keseimbangan demografi dan mengambil langkah-langkah yang tepat dalam program KB dan kebijakan penduduk. 

Langkah ini diharapkan dapat memastikan bonus demografi di masa depan serta meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat Indonesia. (*)

(*/Haekal)

Load More