SUARA CIANJUR - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkapkan bahwa dia pernah mendorong dengan tegas kader partainya, Ganjar Pranowo, untuk dengan berani mengakui perannya sebagai anggota partai.
Megawati menyampaikan pernyataan tersebut dengan santai dan berkelakar ketika menerima kunjungan sejumlah elite DPP PAN yang dipimpin oleh Ketua Umum Zulkifli Hasan alias Zulhas.
Pertemuan tersebut berlangsung di kantor pusat PDIP, di mana Ganjar juga hadir dan berada dalam barisan yang sama dengan Megawati.
Megawati menyatakan kegembiraannya karena Ganjar dengan lugas menyebut dirinya sebagai seorang petugas partai, yang merupakan hal yang sama dengan dirinya.
"Jadi, kalau saya pilih Pak Ganjar itu bukan, meskipun saya juga bilang, awas kalau kamu enggak ngomong, kamu kader partai, petugas partai seperti saya juga," kata Mega.
"Nah, untung beliaunya nurut," tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Megawati membicarakan tentang pembahasan mengenai calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Ganjar di internal PDIP dan koalisi.
Dia mengungkapkan bahwa dalam setiap keputusan penunjukan kader sebagai calon presiden (capres), selalu didasarkan pada kepentingan bangsa dan negara.
Megawati mengulas tentang proses pencalonan Presiden Joko Widodo baik pada periode pertama maupun kedua, ketika ia dipasangkan dengan Jusuf Kalla dan kemudian dengan Ma'ruf Amin.
Baca Juga: Jadi Panutan Ganjar, Apa Prestasi Politik Megawati dan Pemerintahan Jokowi?
"Jadi kalau saya milih orang itu bukan untuk kepentingan PDIP saja. Tapi kemaslahatan bagi Pemerintahan RI ini terus berjalan," paparnya.
Megawati mengatakan bahwa prinsip yang sama berlaku dalam memutuskan persetujuannya terhadap usulan cawapres.
Dia menjelaskan bahwa penentuan cawapres seharusnya tidak didasarkan pada pertimbangan pribadi, melainkan atas kepentingan nasional.
Megawati menekankan bahwa keputusan mengenai cawapres haruslah mempertimbangkan kepentingan bangsa dan bukan berdasarkan pertimbangan personal semata.
"Nah, jadi ya begitu. Jadi harus dimaknai itu, harus dikumpulkan. Ini bukan bagi kepentingan partai atau per orangan," pungkas Mega. (*)
(*/Haekal)
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi