SUARA CIANJUR – Pemain yang sempat digadang-gadang menjadi wonderkid Indonesia, Egy Maulana Vikri angkat bicara soal dirinya yang tidak lagi bermain di timnas Indonesia. Dirinya menuturkan sebab penurunan performa sehingga tidak dipanggil timnas Indonesia.
"Tahun kemarin memang semenjak cedera saya saat di SEA Games 2021 ya bagaiamana kondisi seperti hancur dan feeling bolanya juga saya tidak dapat. Jadi, saya merasa banyak yang kurang pada tahun kemarin," kata Egy, dikutip dari laman Instagram @timnasindoreview, Senin (3/7/2023).
Mantan pemain Lechia Gdanks tersebut juga menjelaskan polemik akibat penolakannya terhadan pemanggilan dari Shin Tae Yong.
"Saya tidak ada niatan untuk menolak timnas Indonesia saat itu (ketika sempat dipanggil ke timnas Indonesia jelang melawan timnas Burundi),” lanjutnya.
Selanjutnya, Egy Maulana Vikri menyatakan kesiapannya untuk membela timnas Indonesia kedepannya.
“Tetapi kalau untuk tahun ini, ya saya merasa lebih baik dan jauh lebih siap lagi dari tahun kemarin. Dan juga tim pelatih juga membantu kesiapan saya dan tim (Dewa United). Apalagi di sini ada pelatih fisik yang baru,” sambungnya.
Pernyataan ini sontak mendapat reaksi netizen. Ada yang masih menyindir soal polemik pemanggilan timnas Indonesia.
“Kamu bilang cidera, tapi malah main di liga, STY tipe pelatih yg patut pada pendirian, dia gak bakal manggil kamu lagi bang, semangat di dewa united saja,” ujar salah satu netizen.
Di sisi lain, ada juga yang memberikan dukungan agar Egy Maualan Vikri bisa kembali ke performa terbaiknya.
Baca Juga: GMC DIY Kampanyekan Lingkungan Lewat Penanaman Satu Juta Pohon
“Kembalikan performa Egy yang dulu,” komen netizen lainnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
4 Fakta Menarik Ketangguhan Turki Menjegal Dominasi Amerika Serikat di Piala Dunia 2026
-
Tilap Rp7,6 Miliar, Duo Penipu Haji Mujamalah VIP Diringkus Sebelum Kabur ke Luar Negeri
-
HP Perkenalkan AI PC dan HP IQ, Siap Ubah Masa Depan Dunia Kerja
-
KPK Limpahkan Perkara Tersangka Terakhir Kasus Suap Impor di Bea Cukai ke Tahap Penuntutan
-
Razman Arif Nasution Resmi Dipenjara usai Divonis Cemarkan Nama Baik Hotman Paris
-
Bitch x Rich Lanjut Season 3, Incar Miyeon (G)I-DLE sebagai Pemeran Utama
-
Jokowi Hadiri Rakorda PSI di Lampung, Siap Sampaikan Pandangan soal Politik Nasional
-
Mengapa Tekan Emisi Saja Tidak Akan Cukup Selesaikan Krisis Lingkungan? Studi Ungkap Caranya
-
MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar
-
Sesi Sambutan di Acara Resmi, Warisan Feodal yang Dianggap Normal