SUARA CIANJUR - Kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan Pondok Pesantren Al Zaytun telah menarik perhatian publik sejak awal.
Bareskrim Polri menyatakan komitmen mereka untuk terus melakukan pengusutan terhadap kasus dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Panji Gumilang, pemilik Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memeriksa 19 orang saksi terkait dengan kasus ini.
Dalam konfirmasinya pada Minggu (9/7/2023), Brigjen Ahmad Ramadhan menjelaskan bahwa Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri telah melaksanakan pemeriksaan terhadap 19 orang saksi terkait dengan kasus penistaan agama yang melibatkan Ponpes Al Zaytun.
"Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap 19 orang saksi," kata Ramadhan.
Langkah ini menunjukkan komitmen Polri untuk mengusut tuntas kasus ini dan membawa pelaku ke pengadilan.
Penyelidikan kasus ini dilakukan dengan serius dan menyeluruh. Pemeriksaan terhadap 19 orang saksi merupakan bagian dari upaya polisi untuk mengumpulkan bukti dan informasi yang dapat menguatkan tuntutan terhadap Panji Gumilang.
Bareskrim Polri juga telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Lembaga Pembinaan Agama Islam (LPAI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), untuk menghimpun pandangan dan pendapat terkait kasus ini. (*)
Baca Juga: Terusir! Persija Jakarta akan Lakoni Laga Kandang Lawan Bhayangkara FC Bukan di GBK, Kenapa?
Berita Terkait
-
Opsi Alternatif untuk Pondok Pesantren Al Zaytun oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin
-
Bareskrim Polri Akan Tindaklanjuti Jika Terdapat Afiliasi dengan Organisasi Terlarang di Ponpes Al Zaytun
-
Penyelidik Bareskrim Polri Hadirkan UAS, Adi Hidayat, Abah Luthfi sebagai Saksi Ahli dalam Kasus Panji Gumilang
-
Terkuak! Mahfud MD Ungkap Al-Zaytun Dahulunya Yayasan NII, Pemerintah Kerahkan Ini
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik