SUARA CIANJUR - Serangkaian gugatan yang dilancarkan oleh pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Panji Gumilang, tengah menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat.
Gugatan tersebut menargetkan berbagai pihak, termasuk Menkopolhukam Mahfud MD dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Namun, muncul dugaan bahwa langkah hukum ini hanya merupakan strategi untuk mengalihkan perhatian dari masalah hukum yang sedang diproses oleh Bareskrim Polri.
Pengamat hukum menyoroti langkah hukum yang diambil oleh Panji Gumilang sebagai bentuk upaya untuk mengaburkan proses hukum yang sedang berlangsung.
Dengan melancarkan gugatan kepada berbagai tokoh terkemuka, Panji Gumilang coba menciptakan kesan seolah-olah dirinya sedang berjuang melawan kesewenang-wenangan kekuasaan.
Namun, masyarakat pun semakin curiga bahwa ini hanyalah upaya untuk memperkuat citra dan legitimasi Ponpes Al Zaytun di tengah sorotan publik.
Salah satu tokoh penting dalam lingkup agama di Jawa Barat, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat, Rachmat Syafei, turut memberikan pandangannya terkait strategi gugatan yang digunakan oleh Panji Gumilang.
Rachmat Syafei menyatakan bahwa langkah hukum tersebut sepertinya lebih berorientasi pada pencarian peluang untuk berkelit dari proses hukum yang sedang berjalan. (*)
Baca Juga: Jauhi Kanker dengan Cara Jangan Goreng Tiga Sayur Ini!
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
4 Rekomendasi Rice Cooker Keramik Anti Lengket untuk Nasi Pulen dan Sehat
-
3 Cushion Non Comedogenic Lokal Aman untuk Kulit Gampang Beruntusan dan Jerawat
-
IHR Merdeka Cup dan Sarga Festival Hadir di Sumatera Barat, Rayakan Semangat HUT ke-81 RI
-
Debit Sungai Citarum Menyusut, Alur Sungai Mulai Dipenuhi Sedimentasi dan Sampah
-
KPK Bongkar Modus Jual-Beli Kursi Unsoed: Rektor Beri Akses User ID untuk Loloskan Camaba
-
Pemkot Bandar Lampung Sambut Baik Rencana Guru PPPK Ditarik ke Pusat
-
Pandu Wiguna Gabung Dewa United, Dikontrak 4 Tahun!
-
Selangkah Lagi Bandara Dhoho Kediri Jadi Embarkasi Haji, Saudia Airlines Mulai Cek Kesiapan
-
Terungkap! Kode Rahasia Rektor Unsoed Ahmad Sodiq untuk Terima Uang 'Titipan' Mahasiswa Baru
-
Gabung Grup Maut AVC Women's 2026, Begini Peluang Timnas Voli Putri Indonesia