SUARA CIANJUR - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim terus melakukan pengusutan terhadap dugaan pencucian uang (TPPU) yang dilakukan pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang.
Pengusutan ini dipicu oleh adanya bukti dan informasi yang menunjukkan adanya aktivitas mencurigakan dalam transaksi keuangan yang terhubung dengan Pondok Pesantren tersebut.
Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, menjelaskan bahwa upaya pengusutan dimulai dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah ahli, termasuk melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Langkah ini diambil untuk mendapatkan bukti yang kuat dan mendalam guna mengungkap skema pencucian uang yang diduga terjadi di Pondok Pesantren Al Zaytun.
Menanggapi perkembangan pengusutan ini, Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menegaskan kesiapannya untuk memberikan informasi dan bantuan kepada penyidik yang bertugas dalam mengusut dugaan pencucian uang tersebut.
PPATK siap untuk bekerja secara profesional dan berkoordinasi dengan baik dalam hal ini.
Ivan menyatakan bahwa setiap informasi relevan dan perkembangan terkini akan disampaikan kepada penyidik untuk membantu kelancaran proses pengusutan.
Keterbukaan dari penyidik dan PPATK dalam memberikan informasi menjadi hal penting dalam memastikan proses hukum berjalan dengan adil dan menghindari spekulasi yang merugikan semua pihak. (*)
Baca Juga: Jebolan Akademi Manchester United Ini Siap Comeback di Liga 1 dan Timnas Indonesia
Berita Terkait
-
Waduh! Ridwan Kamil Digugat Panji Gumilang, Begini Reaksinya
-
Kontroversi Pernyataan Panji Gumilang: Masjid sebagai Tempat Ibadah atau Tempat Putus Asa?
-
Tanggapi Santai Gugatan Panji Gumilang Sebesar Rp5 Triliun, Mahfud MD: Takkan Terkecoh
-
Panji Gumilang Belum Ditetapkan Sebagai Tersangka? Kapolri Ungkap Alasannya!
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria : RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI
-
UMKM Kuliner Pontianak Manfaatkan Layanan Pengiriman untuk Jangkau Pasar Nasional
-
Lipstik Pink yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan Cocok untuk Kulit Sawo Matang
-
4 Orang Keroyok Pria di Siantar hingga Tewas Menyerahkan Diri
-
Kisah Inspiratif Nasabah PNM, Dari Kejaran Rentenir ke Arena Final PFL 2026
-
Pelatihan Militer untuk Calon Manajer Koperasi Merah Putih, Apa Urgensinya?
-
Korupsi Kuota Haji Rp622 Miliar, KPK Mulai Bidik Pengisian Kuota PT Makassar Toraja
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
BEM Unsri Akhirnya Turun Aksi Kritisi Pemerintahan Prabowo, Bawa 8 Tuntutan
-
4 Contoh Sepatu Skechers Berbahan Kulit Babi, Konsumen Muslim Wajib Cek Deskripsi Produk