SUARA CIANJUR – Seleksi timnas Indonesia U17 telah berakhir. PSSI telah melukan proses seleksi ini di 12 kota di Indonesia.
Pelatih timnas Indonesia U17, Bima Sakti menanggapi soal pro kontra yang terjadi dalam proses seleksi tersebut.
“Banyak pro kontra yang terjadi, itu maklum karena kompetisi tidak ada, selama pandemi kemarin lalu ada peristiwa Kanjuruhan, kompetisi usia muda juga tidak berjalan, oleh sebab itu dengan adanya seleksi ini banyak terbantu sekali,” ujar Bima Sakti, dikutip dari laman resmi PSSI, Jumat (18/7/2023).
Selanjutnya, Bima Sakti menegaskan bahwa pemain yang lolok seleksi adalah pemain yang berkualitas.
"Ya mereka semua, hingga akhir seleksi nasional ini terbukti punya kualitas. Ada beberapa pemain yang bisa kita kasih kesempatan nanti,” lanjutnya.
Tak lupa, mantan gelandang timnas Indonesia tersebut mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran PSSI yang telah memberikan dukungan dalam proses seleksi ini.
"Kami di tim U-17 mengucapkan terima kasih kepada PSSI, Pak Erick Thohir, kepada Asprov juga dan klub-klub Liga 1,” ujarnya.
Sebelumnya, proses seleksi ini sempang mendapat banyak pro kontrak. Pelatih Fakhri Husaini menyatakan bahwa seleksi ini hanya lucu-lucuan saja.
"Saya melihatnya untuk lucu-lucuan aja seleksi itu. Untuk apa ada seleksi lagi kalau kita sudah punya EPA," ujar Fakhri Husaini. (*)
Baca Juga: Schneider Electric Jaring Inovasi Anak SMP dalam Pengelolaan Energi
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Hotman Paris Pakai Tongkat ke Singapura, Bawa Amanah Rp500 Juta dari Bos Mayapada untuk Yuvita
-
Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan
-
Makna Lagu Bon Jovi 'Livin' on a Prayer' Menggema usai Brasil vs Haiti
-
Pemerintah Siapkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Upayakan Tidak Impor
-
Gondol Rp322 Juta Lewat Pinjaman Fiktif, Eks Kolektor Koperasi di Pringsewu Tertangkap Jadi Satpam
-
Five Nights at Freddys 3 Mulai Digarap, Gandeng Penulis Film It Follows
-
4 Rekomendasi Exfoliating Cleanser Lokal untuk Wajah Bersih Maksimal
-
Diproduksi Lionsgate, Film Terbaru The Blair Witch Project Tayang pada 2027
-
Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?
-
Alasan Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Meski Ditolak Kejagung