Suara.com - Schneider Electric mulai mengenalkan anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) soal pemahaman otomasi energi untuk menciptakan inovasi. Penjaringan ini melalui program Generasi Remaja Inovator Schneider (GENERATORS) yang ditujukan bagi para remaja kelas 8 pada 75 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) dan melibatkan 250 pendidik SMPN terpilih di seluruh kota Bandung, Jawa Barat untuk Semester Ganjil Tahun Ajaran 2023-2024.
Program ini bertujuan mencetak siswa yang unggul, berpikir inovatif, dan memiliki kemandirian dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan. Schneider Electric melalui Schneider Foundation Indonesia, menggandeng Ancora Foundation, Dinas Pendidikan Kota Bandung, dan GenEd (Generation Educators) untuk menjalankan program ini secara komprehensif.
"Sejalan dengan tema International Youth Day tahun ini, Schneider Electric memiliki visi untuk mendidik dan mendorong para generasi muda menjadi lebih unggul dan inovatif dalam mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan," ujar Corporate Citizenship Specialist Schneider Electric Indonesia, Aswita Wulandari Saragih yang dikutip, Jumat (18/8/2023).
Menurut Badan Dunia PBB, UNICEF tahun 2022, diperkirakan populasi anak muda dunia saat ini berjumlah 16 persen. Mereka adalah generasi yang paling besar dan paling berpendidikan dalam sejarah dan mendirikan dua kali lebih banyak usaha daripada orang yang lebih berpengalaman sebelumnya (Badan Dunia PBB, Sustainable Development Solutions Network/SDSN).
Hal tersebut memberikan gambaran bahwa usaha yang dibangun pada masa depan harus benar-benar mempertimbangkan faktor keberlanjutan bagi generasi selanjutnya.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka Schneider Electric Foundation berambisi untuk melatih 1 juta generasi muda sebagai salah satu bentuk tanggung-jawab sustainability action company atau aksi nyata perusahaan yang berkelanjutan.
Salah satu caranya adalah melakukan investasi pada 3 area, yaitu Energy Technical Training (ETT)/Pelatihan Teknik Energi, New Skills and Innovation (NSI)/Keterampilan dan Inovasi Baru, dan Mentoring Program/Program Mentoring.
Pada aktivitas ETT, dari tahun 2017-2023, Schneider Foundation Indonesia bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan/ Kemdikbud Indonesia dan Pemerintah Perancis dalam program Center of Excellence (CoE) telah merevitalisasi 144 Laboratorium Sekolah Menengah Kejuruan/SMK dan memberikan dampak dengan melatih 26.434 siswa seluruh Indonesia di bidang Instalasi Listrik, Otomasi Industri, dan Energi Baru Terbarukan, bersama dengan pelatihan untuk 277 guru dan 125 teknisi.
GENERATORS adalah salah satu bagian penting dari 6 (enam) komitmen jangka panjang Schneider Electric dalam mendukung terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang ditetapkan oleh Badan Dunia PBB, yaitu memanfaatkan kekuatan seluruh generasi. Dengan mendorong pembelajaran, peningkatan keterampilan, dan merintis jalan masa depan untuk generasi selanjutnya.
"Kami percaya bahwa susunan materi pembelajaran dalam program GENERATORS yaitu literasi informasi, desain berpikir, serta analisa dan prototipe dapat memberikan manfaat membentuk pemikiran inovatif dan praktis bagi para peserta didik kelas 8 SMPN di seluruh kota Bandung," pungkas Aswita.
Baca Juga: Bambang Susantono: IKN Pakai Sumber Energi Terbarukan dan Teknologi Digital
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Rp2.673.000/Gram Hari Ini
-
Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI
-
Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000
-
Jalur Selat Hormuz Mulai Normal, Harga Minyak Dunia Semakin Murah Jadi USD 76,71
-
Selat Hormuz Dibuka, Tarif Sewa Kapal Tanker Meroket Nyaris Dua Kali Lipat!
-
IHSG Langsung Terbang Saat ke Level 6.128 pada Rabu Pagi, Setelah Laporan MSCI
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pelaku Logistik Minta Tetap Waspadai Gangguan Rantai Pasok Global
-
Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang
-
MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG
-
WSKT Siap Garap Tol Yogyakarta-Bawen Senilai Rp2,1 T, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 1 Jam