SUARA CIANJUR – Staf khusus (Staffsus) Kemenpora bidang Diaspora, Hamdan Hamedan memberikan sinyal bahwa pihaknya akan mengurangi proses naturalisasi pemain. Dirinya menyatakan bahwa akan lebih selektif dalam mencari dan menaturalisasi pemain.
“Naturalisasi jangan banyak-banyak setuju, tapi kami harus cari grade A, the best of the best,” ujar Hamdan, dikutip dari laman Instagram @football5star, Jumat (1/9/2023).
Selain itu, Hamdan Hamedan juga memastikan bahwa pihaknya akan mencari pemain yang punya potensi dahsyat untuk bela timnas Indonesia.
“Pemain-pemain seperti itulah yang perlu didatangkan yang punya potensi dahsyat dan keinginan bela Indonesia, tak sembarangan,” lanjut Hamdan.
Selanjutnya, Hamdan Hamedan mencontohkan pemain yang memiliki grade A yang berkualitas,
“Seperti kami dapat Yes dari Justin Hubner, dia kan grade A dari Belanda,” sambungnya.
Pernyataan ini sontak langsung mendapatkan reaksi beragam dari netizen Indonesia.
“Justru naturalisasi itu bagus buat mental pemain lokal biar mereka ngepush diri mereka supaya setara sama naturalisasi,” komen salah satu netizen.
“Ya kalau pemain grade A dia gabakal milih timnas Indonesia kali pak realistis aja,” komen netizen lainnya.
Baca Juga: Malas Bahas Perceraian, Boris Bokir Sudah Punya Support System Baru Usai Jadi Duda
Sebelumnya, Indonesia sudah melakukan proses naturalisasi terhadap beberapa pemain seperti Jordi Amat, Shayne Pattynama, Sandy Walsh, Ivar Jenner dan Rafael Struick. Kecuali Sandy Walsh, para pemain ini sudah mendapatkan debut untuk membela timnas Indonesia. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
GAC Indonesia Jamin Pengiriman Mobil Listrik Selama GIIAS 2026 Dua Hari Sampai
-
4 Rekomendasi Parfum Lokal Aroma Teh, Cocok untuk relaksasi!
-
Pengalaman Multitasking dan Face Unlock Oppo Kini Lebih Cerdas, Berkat Update ColorOS 16!
-
Waspada Isu Keamanan Agustus, Imam Besar FBR Ajak Warga Betawi Jaga Kampung dan Tolak Hoaks
-
Budaya Menghakimi Era Digital: di Balik Layar, Dia Tetaplah Seorang Manusia
-
Pendapatan Harita Nickel (NCKL) Naik 21,2 Persen di Semester I 2026
-
Doa Kebangsaan di Monas Dimulai Jam Berapa? Ini Jadwal, Lokasi Parkir, dan Rute Lalu Lintasnya
-
Trisno Pas Band Meninggal Dunia Usai Bertahan Melawan Komplikasi Penyakit
-
Pagar Tinggi Mal Picu Spekulasi, Polisi: Jangan Buat Gaduh, Jakarta Masih Aman!
-
Cermin Politik Hari Ini: Ketika Fanatisme Memaklumi Etika yang Terabaikan